ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FORMULASI SERUM ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SAMBANG DARAH (Excoecaria codainchinensis) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes KHORIAHSA DWI RENJANI ABSTRAK Jerawat atau yang biasa disebut Acne vulgaris merupakan penyakit kulit kronis yang melibatkan peradangan pada salah satu penyebabnya bakteri Propionibacterium acnes. Pengobatan jerawat dapat dicegah menggunakan antibakteri dapat dilakukan pemberian antibiotik. Daun sambang darah mengandung senyawa yang bersifat antibakteri seperti flavonoid, saponin dan tanin. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui ekstrak etanol daun sambang darah (Excoecaria codainchinensis) dapat diformulasikan menjadi sediaan serum dan mengetahui sediaan serum ekstrak etanol daun sambang darah (Excoecaria codainchinensis) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini dilakukan di laboratorium STIKes Ibnu Sina Ajibarang pada bulan april sampai juli 2025. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan metode difusi sumuran. Analisis data menggunakan uji ANOVA dengan program SPPS 26. Konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu F1 3%, F2 5%, dan F3 7% dengan pembanding kontrol negatif = F0. Evaluasi fisik sediaan serum ekstrak etanol daun sambang darah terdiri daru uji homongenitas, uji organoleptik, uji daya sebar, uji viskositas, dan uji pH. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan serum ekstrak etanol daun sambang darah sesuai dengan persyaratan. Selanjutnya uji aktivitas antibakteri sediaan serum pada formulasi (F1,F2 dan F3) memiliki zona hambat pada kategori sedang terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan daya hambat terbesar yaitu F3 = 40,9 mm. Pada penelitian ini kontrol negatif mengmbat pertumbuhan bakteri Propionibaterium acnes.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FORMULASI SEDIAAN ACNE PATCH EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) Terhadap Propionibacterium acnes UJIANA ASYFA SABRY ABSTRAK Acne vulgaris atau jerawat adalah suatu kondisi pada kulit yang mempengaruhi kelenjar sebacuous di dasar folikel rambut, salah satu penyebabnya adalah Propionibacterium acnes. Pengobatan pada jerawat dapat dilakukan dengan menghambat pertumbuhan bakteri propionibacterium acnes dengan menggunakan antibiotik. Daun kersen mengandung senyawa antibakteri yaitu seperti flavanoid, tanin dan saponin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi acne patch ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Penelitian ini dilakukan di laboratorium STIKes Ibnu Sina Ajibarang pada bulan Maret sampai Juni 2024. Jenis penelitia ini adalah eksperimental dengan menggunakan metode difusi sumuran dengan perbedaan konsentrasi ekstrak. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah pada F1 = 3% ; F2 = 6% ; F3= 9% dengan perbandingan kontrol negatif = F0 dan kontrol Positif = Oxy antibacterium. Evaluasi fisik sediaan acne patch ekstrak etanol daun kersen meliputi uji organoleptik, uji keseragaman bobot, uji daya serap kelembapan, uji ketebalan dan uji pH. Hasil penelitian ini menunjukkan pada evaluasi fisik sediaan acne patch ekstrak etanol daun kersen menujukkan ketidaksesuaian pada uji ketahanan patch yaitu dengan hasil F0 7 lipatan, F1, F2, dan F3 dengan jumlah lipatan 10. Dimana hal tersebut faktor yang mempengaruhi ketahanan elastisitas sediaan acne patch adalah dari bahan formulasi yang digunakan terlalu sedikit yaitu pada propilenglikol yang berfungsi sebagai plasticizer. Selanjutnya pada pengujian aktivitas antibakteri formulasi acne patch ekstrak etanol daun kersen (F1 ; F2 ; dan F3) Menunjukkan adanya zona hambat kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan rata-rata zona hambat terbesar yaitu F3 = 12,8 mm.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Acne vulgaris (Jerawat) adalah gangguan inflamasi pada unit polisebasea, yang berlangsung secara kronis dan dapat sembuh sendiri. Biasanya acne vulgaris terjadi pada masa remaja karena meningkatnya produksi sebum dan aktivitas bakteri Propionibacterium acne. Pada umumnya pengobatan jerawat menggunakan bahan kimia, namun dapat menyebabkan beberapa efek samping. Oleh karena itu diperlukan pengobatan dari bahan alami salah satunya daun mahoni. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah fraksi etil asetat daun mahoni (Swietenia mahagoni (L). Jacq.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acne dan mengetahui berapakah konsentrasi yang optimal fraksi etil asetat daun mahoni (Swietenia mahagoni (L). Jacq.) yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acne. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmakognosi dan Laboratorium Mikrobiologi STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif eksperimental dengan menggunakan metode maserasi untuk ekstraksi, fraksinasi secara ECC untuk mendapatkan fraksi etil asetat, dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran dengan 3 perlakuan (A1;20%, A2;30%, A; 40%, K(+) Clindamycin 300 mg dan K(-) aquadest steril). Analisis data menggunakan program SPSS 25 dengan uji One-Way Anova. Hasil dari penelitian ini fraksi etil asetat daun mahoni memiliki aktivitas antibakteri. Hal ini dapat dilihat dari munculnya zona hambat pada semua perlakuan A1 (12,86 mm ± 1,58 mm) ; A2 (17,06 mm ± 1,83 mm) ; A3 (23,7 mm ± 0,60 mm) ; dan K+ (34,23 ± 2,04 mm). Kesimpulan dari penelitian ini adalah fraksi etil asetat mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acne pada semua konsentrasi (A1; A2; A3) yang ditandai dengan terbentuknya zona bening di sekitar sumuran. Konsentrasi fraksi etil asetat daun mahoni (Swietenia Mahagoni (L) Jacq.) yang paling optimal dalam menghambat pertumbuhan Propionibacterium acne yaitu pada konsentrasi A3 dengan kategori zona hambat sangat kuat, disusul A2 dan A1 dengan kategori zona hambat kuat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jerawat merupakan penyakit kulit yang dapat melibatkan peradangan, salah satu bakteri penyebab jerawat adalah Propionibacterium acnes. Pengobatan jerawat dapat dilakukan dengan menurunkan jumlah koloni Propionibacterium acnes dengan menggunakan terapi feeling dan terapi antibiotik. Daun kemuning mengandung senyawa yang berfungsi sebagai antibakteri seperti alkaloid, flavonoid, minyak atsiri dan tanin. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ekstrak daun kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack) dapat diformulasikan dalam sediaan krim dan mengetahui sediaan krim ekstrak daun kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi dan Teknologi Farmasi STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu eksperimental menggunakan metode difusi sumuran dengan menggunakan perbedaan konsentrasi. Konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu F1 = 5%; F2 = 10%; dan F3 = 15% dengan pembanding kontrol positif (K+) = krim klindamisin dan kontrol negatif (F0) = 0%. Evaluasi fisik sediaan krim ekstrak daun kemuning terdiri dari uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji tipe krim. Hasil data dianalisis menggunakan program SPSS 25 menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji one way anova dan uji mann-witney. Hasil penelitian menunjukan bahwa formulasi krim yang dibuat telah memenuhi persyaratan uji fisik sediaan krim. Pengujian aktivitas antibakteri sediaan krim ekstrak etanol daun kemuning terhadap Propionibacterium acnes pada F1 7,20 mm memiliki zona hambat lemah, F2 15,81 mm memiliki zona hambat sedang, dan F3 23,86 mm memiliki zona hambat kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FORMULASI KRIM ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT PISANG TANDUK MENTAH (Musa acuminata x Musa balbisiana) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes TRI YANI NOVIDA AZIZ ABSTRAK Jerawat merupakan penyakit kulit yang melibatkan peradangan, salah satu penyebabnya adalah Propionibacterium acnes. Pengobatan jerawat dapat dilakukan dengan menurunkan jumlah koloni Propionibacterium acnes dengan menggunakan antibiotik. Kulit pisang tanduk mentah mengandung senyawa yang bersifat antibakteri seperti flavonoid, alkaloid, saponin, fenol dan tanin. Tujuan dari penelitian ini yaitu apakah ekstrak etil asetat kulit pisang tanduk mentah (Musa acuminata x Musa balbisiana) dapat diformulasikan kedalam sediaan krim serta mengetahui pengaruh krim antibakteri ekstrak etil asetat kulit pisang tanduk mentah (Musa acuminata x Musa balbisiana) terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Determinasi buah pisang tanduk dilakukan di Laboratorium Biologi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dan penelitian dilakukan di laboratorium STIKes Ibnu Sina Ajibarang pada bulan Febuari sampai Mei 2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan metode difusi sumuran, dilanjutkan dengan analisis data menggunakan uji One Way ANOVA dengan program SPSS 25. Konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu F1 = 25%; F2= 27,5%, dan F3 30% dengan pembanding kontrol negatif = F0 dan kontrol positif krim klindamisin. Evaluasi fisik sediaan krim ekstrak etil asetat kulit pisang tanduk terdiri dari uji homogenitas, uji organoleptik, uji daya lekat, uji pH, uji stabilitas (centrifugal test), uji tipe krim dan uji daya sebar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada evaluasi fisik sediaan krim ekstrak etil asetat kulit pisang tanduk menunjukkan adanya daya sebar krim yang tidak memenuhi persyaratan dimana semakin banyak ekstrak yang ditambahakan membuat krim semakin kental, sehingga daya sebar krim menurun. Selanjutnya pada pengujian aktivitas antibakteri sediaan krim ekstrak etil asetat kulit pisang tanduk mentah pada formulasi (F1, F2, dan F3) memiliki zona hambat pada kategori sedang terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan rata-rata zona hambat terbesar yaitu pada F3 = 8,56 mm.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Acne vulgaris (Jerawat) adalah gangguan inflamasi pada unit polisebasea, yang berlangsung secara kronis dan dapat sembuh sendiri. Biasanya acne vulgaris terjadi pada masa remaja karena meningkatnya produksi sebum dan aktivitas bakteri Propionibacterium acne. Pada umumnya pengobatan jerawat menggunakan bahan kimia, namun dapat menyebabkan beberapa efek samping. Oleh karena itu diperlukan pengobatan dari bahan alami salah satunya daun mahoni. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah fraksi etil asetat daun mahoni (Swietenia mahagoni (L). Jacq.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acne dan mengetahui berapakah konsentrasi yang optimal fraksi etil asetat daun mahoni (Swietenia mahagoni (L). Jacq.) yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acne. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmakognosi dan Laboratorium Mikrobiologi STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif eksperimental dengan menggunakan metode maserasi untuk ekstraksi, fraksinasi secara ECC untuk mendapatkan fraksi etil asetat, dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran dengan 3 perlakuan (A1;20%, A2;30%, A; 40%, K(+) Clindamycin 300 mg dan K(-) aquadest steril). Analisis data menggunakan program SPSS 25 dengan uji One-Way Anova. Hasil dari penelitian ini fraksi etil asetat daun mahoni memiliki aktivitas antibakteri. Hal ini dapat dilihat dari munculnya zona hambat pada semua perlakuan A1 (12,86 mm ± 1,58 mm) ; A2 (17,06 mm ± 1,83 mm) ; A3 (23,7 mm ± 0,60 mm) ; dan K+ (34,23 ± 2,04 mm). Kesimpulan dari penelitian ini adalah fraksi etil asetat mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acne pada semua konsentrasi (A1; A2; A3) yang ditandai dengan terbentuknya zona bening di sekitar sumuran. Konsentrasi fraksi etil asetat daun mahoni (Swietenia Mahagoni (L) Jacq.) yang paling optimal dalam menghambat pertumbuhan Propionibacterium acne yaitu pada konsentrasi A3 dengan kategori zona hambat sangat kuat, disusul A2 dan A1 dengan kategori zona hambat kuat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permasalahan yang umum terjadi pada sebagian besar masyarakat di Indonesia adalah permasalah kulit, salah satunya berupa jerawat. Jerawat bukan merupakan penyakit yang mengancam jiwa, namun dengan timbulnya jerawat pada kulit memberikan efek psikologis bagi penderita yang menyebabkan kurangnya rasa percaya diri. Patch merupakan bentuk sediaan transdermal penghantaran obat secara topikal yang dapat memberikan efek sistemik yang terkontrol melalui kulit menuju aliran darah. Dengan diciptakannya patch antiacne dengan berbagai macam kelebihannya menjadikan masyarakat sangat menggemari cara pengobatan ini. Salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan dalam teknologi sediaan acne patch adalah daun sirih cina. Kandungan kimia pada daun sirih cina (Peperomia pellucida L.) yaitu alkaloid, flavonoid, terpenoid, tanin, dan minyak atsiri. Sebagaimana diketahui bahwa alkaloid, flavonoid dan tanin dapat berfungsi sebagai antibakteri. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan model desain penelitian eksperimental. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun sirih cina dapat diformulasikan sebagai sediaan patch dan untuk engetahui stabilitas fisik sediaan patch antiacne ekstrak etanol daun sirih cina.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FORMULASI SEDIAAN ACNE PATCH EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) Terhadap Propionibacterium acnes UJIANA ASYFA SABRY ABSTRAK Acne vulgaris atau jerawat adalah suatu kondisi pada kulit yang mempengaruhi kelenjar sebacuous di dasar folikel rambut, salah satu penyebabnya adalah Propionibacterium acnes. Pengobatan pada jerawat dapat dilakukan dengan menghambat pertumbuhan bakteri propionibacterium acnes dengan menggunakan antibiotik. Daun kersen mengandung senyawa antibakteri yaitu seperti flavanoid, tanin dan saponin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi acne patch ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Penelitian ini dilakukan di laboratorium STIKes Ibnu Sina Ajibarang pada bulan Maret sampai Juni 2024. Jenis penelitia ini adalah eksperimental dengan menggunakan metode difusi sumuran dengan perbedaan konsentrasi ekstrak. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah pada F1 = 3% ; F2 = 6% ; F3= 9% dengan perbandingan kontrol negatif = F0 dan kontrol Positif = Oxy antibacterium. Evaluasi fisik sediaan acne patch ekstrak etanol daun kersen meliputi uji organoleptik, uji keseragaman bobot, uji daya serap kelembapan, uji ketebalan dan uji pH. Hasil penelitian ini menunjukkan pada evaluasi fisik sediaan acne patch ekstrak etanol daun kersen menujukkan ketidaksesuaian pada uji ketahanan patch yaitu dengan hasil F0 7 lipatan, F1, F2, dan F3 dengan jumlah lipatan 10. Dimana hal tersebut faktor yang mempengaruhi ketahanan elastisitas sediaan acne patch adalah dari bahan formulasi yang digunakan terlalu sedikit yaitu pada propilenglikol yang berfungsi sebagai plasticizer. Selanjutnya pada pengujian aktivitas antibakteri formulasi acne patch ekstrak etanol daun kersen (F1 ; F2 ; dan F3) Menunjukkan adanya zona hambat kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan rata-rata zona hambat terbesar yaitu F3 = 12,8 mm.