BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Media sosial menjadi sumber informasi utama remaja dan berpengaruh terhadap keputusan kesehatan, termasuk penggunaan obat pelangsing tradisional. Informasi yang tidak selalu terverifikasi dapat membentuk pengetahuan dan perilaku konsumsi yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media sosial terhadap pengetahuan dan perilaku konsumsi obat pelangsing tradisional pada remaja di Desa Petarangan. Pengambilan data menggunakan kuisioner dengan metode penelitian purposive sampling dalam penentuan responden. Jenis penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Dari 32 responden menunjukan hasil tingkat pengetahuan baik (56,3%) dan perilaku konsumsi tinggi (56,3%) terhadap obat pelangsing tradisional. Pada paparan media sosial tinggi memiliki pengetahuan baik (76,5%) dan perilaku konsumsi tinggi (70,6%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara media sosial dengan pengetahuan (p = 0,018) dan perilaku konsumsi (p = 0,032) obat pelangsing tradisional. Kesimpulannya media sosial berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan perilaku konsumsi obat pelangsing tradisional, sehingga diperlukan edukasi kesehatan dan literasi digital pada remaja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Media sosial menjadi sumber informasi utama remaja dan berpengaruh terhadap keputusan kesehatan, termasuk penggunaan obat pelangsing tradisional. Informasi yang tidak selalu terverifikasi dapat membentuk pengetahuan dan perilaku konsumsi yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media sosial terhadap pengetahuan dan perilaku konsumsi obat pelangsing tradisional pada remaja di Desa Petarangan. Pengambilan data menggunakan kuisioner dengan metode penelitian purposive sampling dalam penentuan responden. Jenis penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Dari 32 responden menunjukan hasil tingkat pengetahuan baik (56,3%) dan perilaku konsumsi tinggi (56,3%) terhadap obat pelangsing tradisional. Pada paparan media sosial tinggi memiliki pengetahuan baik (76,5%) dan perilaku konsumsi tinggi (70,6%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara media sosial dengan pengetahuan (p = 0,018) dan perilaku konsumsi (p = 0,032) obat pelangsing tradisional. Kesimpulannya media sosial berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan perilaku konsumsi obat pelangsing tradisional, sehingga diperlukan edukasi kesehatan dan literasi digital pada remaja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, kebugaran fisik, serta kesehatan reproduksi di masa mendatang. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah melalui pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), namun tingkat kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepatuhan konsumsi tablet tambah darah terhadap peningkatan kadar hemoglobin (Hb) pada siswi SMK YPE Sampang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional menggunakan desain one group pretest–posttest dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 48 siswi kelas X SMK YPE Sampang yang mengalami anemia dan memenuhi kriteria inklusi. Data kepatuhan konsumsi tablet tambah darah diperoleh dari buku pemantauan konsumsi TTD, sedangkan data kadar hemoglobin diperoleh dari hasil pemeriksaan Hb sebelum dan sesudah pemberian tablet tambah darah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar Hb responden sebelum konsumsi tablet tambah darah sebesar 10,7 g/dL dan meningkat menjadi 11,9 g/dL setelah konsumsi tablet tambah darah. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada siswi SMK YPE Sampang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, kebugaran fisik, serta kesehatan reproduksi di masa mendatang. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah melalui pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), namun tingkat kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepatuhan konsumsi tablet tambah darah terhadap peningkatan kadar hemoglobin (Hb) pada siswi SMK YPE Sampang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional menggunakan desain one group pretest–posttest dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 48 siswi kelas X SMK YPE Sampang yang mengalami anemia dan memenuhi kriteria inklusi. Data kepatuhan konsumsi tablet tambah darah diperoleh dari buku pemantauan konsumsi TTD, sedangkan data kadar hemoglobin diperoleh dari hasil pemeriksaan Hb sebelum dan sesudah pemberian tablet tambah darah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar Hb responden sebelum konsumsi tablet tambah darah sebesar 10,7 g/dL dan meningkat menjadi 11,9 g/dL setelah konsumsi tablet tambah darah. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada siswi SMK YPE Sampang.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan