BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Media sosial menjadi sumber informasi utama remaja dan berpengaruh terhadap keputusan kesehatan, termasuk penggunaan obat pelangsing tradisional. Informasi yang tidak selalu terverifikasi dapat membentuk pengetahuan dan perilaku konsumsi yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media sosial terhadap pengetahuan dan perilaku konsumsi obat pelangsing tradisional pada remaja di Desa Petarangan. Pengambilan data menggunakan kuisioner dengan metode penelitian purposive sampling dalam penentuan responden. Jenis penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Dari 32 responden menunjukan hasil tingkat pengetahuan baik (56,3%) dan perilaku konsumsi tinggi (56,3%) terhadap obat pelangsing tradisional. Pada paparan media sosial tinggi memiliki pengetahuan baik (76,5%) dan perilaku konsumsi tinggi (70,6%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara media sosial dengan pengetahuan (p = 0,018) dan perilaku konsumsi (p = 0,032) obat pelangsing tradisional. Kesimpulannya media sosial berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan perilaku konsumsi obat pelangsing tradisional, sehingga diperlukan edukasi kesehatan dan literasi digital pada remaja.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Dermatitis merupakan peradangan pada kulit (epidermis dan dermis) sebagai respons terhadap berbagai faktor internal yang menyebabkan perubahan klinis berupa lesi kulit polimorfik seperti kemerahan, pembengkakan, papula, vesikel, sisik, penebalan kulit, serta rasa gatal. Pengetahuan bukan hanya sekadar informasi yang dimiliki seseorang, tetapi juga menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dan pembentukan sikap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap pasien terhadap pencegahan dan penanganan penyakit dermatitis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional yang melibatkan pasien dermatitis sesuai kriteria inklusi di Puskesmas Serayu Larangan Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pilihan ganda untuk mengukur tingkat pengetahuan dan skala Likert untuk mengukur sikap. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 47 responden (61,0%) dan sikap positif sebanyak 66 responden (85,7%). Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap pasien terhadap pencegahan dan penanganan penyakit dermatitis sig. 2-tailed 0,05 (0,000) dengan koefisien korelasi sebesar 0,525 yang menunjukkan kekuatan hubungan cukup kuat dan arah positif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan obat yang tidak tepat dapat menyebabkan kegagalan terapi, efek samping, hingga resistensi obat. Program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar) diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penggunaan obat yang rasional, namun masyarakat Desa Sidabowa, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas masih banyak yang belum memahami konsep ini, khususnya pada obat sediaan topikal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap program DAGUSIBU obat sediaan topikal di wilayah tersebut. Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional cross-sectional dengan teknik accidental sampling pada warga Desa Sidabowa berusia 30–54 tahun yang menggunakan obat topikal. Jumlah sampel dihitung menggunakan rumus Slovin (kesalahan 10%) dari populasi 3.094 jiwa, menghasilkan 97 responden yang tersebar di 9 RW. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Guttman (pengetahuan) dan Likert (sikap), kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi pada SPSS. Hasil penelitian diharapkan menggambarkan tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat serta hubungan bermakna antara keduanya, mengingat pengetahuan berperan penting dalam membentuk sikap terhadap penggunaan obat yang benar. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan pihak terkait dalam merancang program edukasi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran rasional penggunaan obat melalui DAGUSIBU.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemenuhan kebutuhan zat gizi mikro penting selama masa kehamilan. Pemerintah kini mulai mentransisikan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) menjadi suplemen Multiple Micronutrient Supplement (MMS) yang mengandung 15 jenis vitamin dan mineral esensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi tablet MMS pada ibu hamil di Desa Cikembulan, Kecamatan Pekuncen, Banyumas. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 31 ibu hamil yang diambil menggunakan Teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan tablet MMS dan lembar kontrol kepatuhan konsumsi. Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori usia reproduksi sehat (80,6%), berstatus tidak bekerja (93,5%), pendidikan SMA (54,8%), berstatus primipara (38,7%), dan kunjungan ANC yang ideal (80,6%). Tingkat pengetahuan didominasi kategori sedang (51,6%) dan tingkat kepatuhan konsumsi berada pada kategori patuh tinggi (71,0%). Hasil uji menggunakan Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi tablet MMS pada ibu hamil di Desa Cikembulan, Kecamatan Pekuncen, Banyumas. Kata Kunci: Ibu Hamil, Kepatuhan Konsumsi, Pengetahuan, Tablet MMS
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Swamedikasi obat analgesik untuk mengatasi pegal linu pada lansia berisiko memicu efek samping jika tidak didasari pengetahuan yang memadai. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan lansia mengenai swamedikasi pegal linu dalam penggunaan obat analgesik di Desa Klapagading, Kecamatan Wangon. Sampel berjumlah 96 lansia diperoleh melalui teknik proportionate stratified sampling di 12 RW. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi dan dianalisis secara univariat. Karakteristik responden didominasi oleh laki-laki (52%), bekerja sebagai petani (89%), dan berpendidikan dasar/SD (81%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas lansia memiliki tingkat pengetahuan kategori baik yaitu 77% (74 responden), kategori cukup 22% (21 responden), dan kategori kurang 1% (1 responden). Pemahaman tinggi ditunjukkan pada indikator definisi nyeri, aturan pakai, dan penyimpanan obat (84%–99%). Namun, pemahaman terkait risiko efek samping obat terhadap saluran pencernaan masih tergolong rendah (44%). Secara umum disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan lansia di Desa Klapagading mengenai swamedikasi pegal linu tergolong baik, meskipun edukasi terkait risiko efek samping obat masih perlu ditingkatkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Etnobotani merupakan penelitian yang mempelajari hubungan antara manusia dengan tumbuhan, khususnya dalam pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional. Pengetahuan tersebut umumnya diperoleh secara turun-temurun dan masih dimanfaatkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat di Desa Gondang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, dan mengetahui manfaatnya untuk pengobatan tradisional serta cara pengolahannya untuk pengobatan tradisional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data berupa observasi dan wawancara. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu masyarakat yang dianggap mengetahui dan memanfaatkan tumbuhan obat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel serta uraian. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pemanfaatan tumbuhan obat tradisional yang dimanfaatkan masyarakat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Dermatitis merupakan peradangan pada kulit (epidermis dan dermis) sebagai respons terhadap berbagai faktor internal yang menyebabkan perubahan klinis berupa lesi kulit polimorfik seperti kemerahan, pembengkakan, papula, vesikel, sisik, penebalan kulit, serta rasa gatal. Pengetahuan bukan hanya sekadar informasi yang dimiliki seseorang, tetapi juga menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dan pembentukan sikap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap pasien terhadap pencegahan dan penanganan penyakit dermatitis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional yang melibatkan pasien dermatitis sesuai kriteria inklusi di Puskesmas Serayu Larangan Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pilihan ganda untuk mengukur tingkat pengetahuan dan skala Likert untuk mengukur sikap. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 47 responden (61,0%) dan sikap positif sebanyak 66 responden (85,7%). Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap pasien terhadap pencegahan dan penanganan penyakit dermatitis sig. 2-tailed 0,05 (0,000) dengan koefisien korelasi sebesar 0,525 yang menunjukkan kekuatan hubungan cukup kuat dan arah positif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Media sosial menjadi sumber informasi utama remaja dan berpengaruh terhadap keputusan kesehatan, termasuk penggunaan obat pelangsing tradisional. Informasi yang tidak selalu terverifikasi dapat membentuk pengetahuan dan perilaku konsumsi yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media sosial terhadap pengetahuan dan perilaku konsumsi obat pelangsing tradisional pada remaja di Desa Petarangan. Pengambilan data menggunakan kuisioner dengan metode penelitian purposive sampling dalam penentuan responden. Jenis penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Dari 32 responden menunjukan hasil tingkat pengetahuan baik (56,3%) dan perilaku konsumsi tinggi (56,3%) terhadap obat pelangsing tradisional. Pada paparan media sosial tinggi memiliki pengetahuan baik (76,5%) dan perilaku konsumsi tinggi (70,6%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara media sosial dengan pengetahuan (p = 0,018) dan perilaku konsumsi (p = 0,032) obat pelangsing tradisional. Kesimpulannya media sosial berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan perilaku konsumsi obat pelangsing tradisional, sehingga diperlukan edukasi kesehatan dan literasi digital pada remaja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan kosmetik perawatan wajah di kalangan remaja terus meningkat seiring berkembangnya tren kecantikan dan kuatnya pengaruh media sosial. Namun, rendahnya pemahaman terhadap klaim produk dan aspek keamanan kosmetik berpotensi menimbulkan risiko penggunaan kosmetik yang tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap siswi SMP Negeri 1 Rembang kelas VII, VIII, dan IX dalam pemilihan kosmetik perawatan wajah ditinjau dari klaim produk dan aspek keamanan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional pada 80 siswi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square serta uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswi berada pada kategori baik dengan rata-rata persentase sebesar 79%. Namun, sikap siswi terhadap pemilihan kosmetik perawatan wajah masih berada pada kategori kurang dengan rata-rata persentase sebesar 67%. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan sikap dalam pemilihan kosmetik. Hasil ini diperkuat dengan uji korelasi Spearman yang menghasilkan koefisien korelasi sebesar -0,073 dengan nilai p = 0,521, yang menunjukkan hubungan yang sangat lemah dan tidak bermakna secara statistik antara tingkat pengetahuan dan sikap siswi. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko masalah kesehatan kulit akibat pemilihan kosmetik yang tidak tepat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan kosmetik dengan klaim pemutih dikalangan remaja semakin meningkat. Pada tahun 2024 BBPOM telah mencatat beberapa produk pemutih wajah yang mengandung bahan berbahaya, hal ini menimbulkan potensi risiko Kesehatan pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap siswi SMK YPE Sampang terhadap penggunaan kosmetik dengan klaim pemutih. Tempat penelitian dilakukan di SMK YPE Sampang dan untuk pengambilan uji validitas dan uji reliabilitas di SMK Bakti Husada Sumpiuh. Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan metode penelitian purposive random sampling dengan jumlah responden 80 siswi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan IBM SPSS versi 22 menggunakan uji korelasi chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan tingkat pengetahuan siswi SMK YPE Sampang mengenai kosmetik dengan klaim pemutih didapati kategori kurang, dengan persentase total 55%. Namun, sikap siswi dalam penggunaan kosmetik dengan klaim pemutih menunjukan kategori baik, dengan persentase total 76%, hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value sebesar 0,502 (p > 0,05), yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara tingkat pengetahuan dan sikap siswi terhadap penggunaan kosmetik dengan klaim pemutih.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan sebagian besar disebabkan oleh defisiensi zat besi. Pemerintah telah melaksanakan program pemberian tablet Fe dan asam folat kepada seluruh ibu hamil sebagai upaya pencegahan anemia. Namun, tingginya cakupan distribusi tablet Fe dan asam folat belum sepenuhnya diikuti dengan kepatuhan konsumsi oleh ibu hamil. Rendahnya kepatuhan tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap konsumsi tablet Fe dan asam folat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe dan asam folat di Desa Cikembulan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Desa Cikembulan yang berjumlah 30 orang, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe dan asam folat. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe dan asam folat serta adanya hubungan antara sikap ibu hamil dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe dan asam folat. Ibu hamil dengan pengetahuan yang baik dan sikap yang positif cenderung memiliki tingkat kepatuhan yang lebih tinggi dalam mengonsumsi tablet Fe dan asam folat. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap ibu hamil berhubungan dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe dan asam folat. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi dan konseling oleh tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif ibu hamil guna meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet Fe dan asam folat sebagai upaya pencegahan anemia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan kosmetik perawatan wajah di kalangan remaja terus meningkat seiring berkembangnya tren kecantikan dan kuatnya pengaruh media sosial. Namun, rendahnya pemahaman terhadap klaim produk dan aspek keamanan kosmetik berpotensi menimbulkan risiko penggunaan kosmetik yang tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap siswi SMP Negeri 1 Rembang kelas VII, VIII, dan IX dalam pemilihan kosmetik perawatan wajah ditinjau dari klaim produk dan aspek keamanan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional pada 80 siswi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square serta uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswi berada pada kategori baik dengan rata-rata persentase sebesar 79%. Namun, sikap siswi terhadap pemilihan kosmetik perawatan wajah masih berada pada kategori kurang dengan rata-rata persentase sebesar 67%. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan sikap dalam pemilihan kosmetik. Hasil ini diperkuat dengan uji korelasi Spearman yang menghasilkan koefisien korelasi sebesar -0,073 dengan nilai p = 0,521, yang menunjukkan hubungan yang sangat lemah dan tidak bermakna secara statistik antara tingkat pengetahuan dan sikap siswi. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko masalah kesehatan kulit akibat pemilihan kosmetik yang tidak tepat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan kosmetik dengan klaim pemutih dikalangan remaja semakin meningkat. Pada tahun 2024 BBPOM telah mencatat beberapa produk pemutih wajah yang mengandung bahan berbahaya, hal ini menimbulkan potensi risiko Kesehatan pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap siswi SMK YPE Sampang terhadap penggunaan kosmetik dengan klaim pemutih. Tempat penelitian dilakukan di SMK YPE Sampang dan di SMK Bakti Husada Sumpiuh untuk pengambilan uji validitas dan uji reliabilitas. Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan metode penelitian purposive random sampling dengan jumlah responden 80 siswi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan IBM SPSS versi 22. Analisis hubungan menggunakan uji korelasi chi-square. Hasil dalam penelitian ini menunjukan tingkat pengetahuan siswi mengenai kosmetik dengan klaim pemutih didapati kategori kurang, dengan persentase total 52%. Namun, sikap siswi dalam penggunaan kosmetik dengan klaim pemutih menunjukan kategori baik, dengan persentase total 77%, hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value sebesar 0,502 (p > 0,05), yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara tingkat pengetahuan dan sikap siswi terhadap penggunaan kosmetik dengan klaim pemutih.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DI DESA SUMINGKIR, KECAMATAN JERUK LEGI, KABUPATEN CILACAP ASIH IRAWAN ABSTRAK Obat herbal merupakan salah satu bentuk pengobatan tradisional yang telah secara turun – temurun dan kini mulai mendapat dukungan penelitian ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan obat herbal di Desa Sumingkir, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini dilakukan pada Juli – Agustus 2025 menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling, melibatkan 100 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang telah diadaptasi dari penelitian sebelumnya dan dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel . Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden terhadap obat herbal berada pada kategori tinggi 83%, sedang (15%), dan rendah (2%). Tingkat kepercayaan responden terhadap obat herbal juga tegolong tinggi (83%), sedang (6%), dan rendah (11%). Mayoritas responden pernah menggunakan obat herbal (99%) dengan alasan utama meningkatkan daya tahan tubuh atau kesehatan, dan sebagian besar mengetahui informasi obat herbal dari media sosial .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Imunisasi ialah siasat pencegahan yang amat efektif guna meminimalisir risiko penyakit menular serta mengurangi angka kematian serta kesakitan anak. Namun, pada hakikatnya, masih ada balita di Desa Jingkang yang belum memperoleh imunisasi dasar lengkap. Riset ini ditujukan guna mengetahui kaitan antara taraf pendidikan serta pengetahuan orang tua dengan kelengkapan imunisasi dasar balita. Metode riset yang diimplementasikan ialah deskriptif melalui pendekatan potong lintang. Populasi riset ialah semua ibu yang mempunyai anak usia 0-59 bulan di Desa Jingkang yang sejumlah 402 orang. Sampel riset sejumlah 80 responden yang dipilih secara accidental sampling. Instrumen riset berupa kuesioner serta buku KIA. Analisis data dijalankan melalui uji Chi-square. Temuan riset memperlihatkan bahwa sebagian besar responden berpendidikan SMA (43,8%) serta berpengetahuan baik (57,5%). Sebanyak 77,5 % balita mendapat imunisasi dasar lengkap. Uji Chi - square mengindikasikan tak termuat korelasi yang berarti antara taraf pendidikan ibu serta tingkat pengetahuan balita. Pendidikan dan kelengkapan imunisasi (p=0,477), sementara pengetahuan ibu berhubungan dengan kelengkapan imunisasi (p=0,000). Kesimpulan riset ini ialah pengetahuan ibu berperan lebih besar terhadap kelengkapan imunisasi bayi dibandingkan taraf pendidikan. Oleh sebab itu, tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi dan pemantauan imunisasi bayi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DI DESA SUMINGKIR, KECAMATAN JERUK LEGI, KABUPATEN CILACAP ASIH IRAWAN ABSTRAK Obat herbal merupakan salah satu bentuk pengobatan tradisional yang telah secara turun – temurun dan kini mulai mendapat dukungan penelitian ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan obat herbal di Desa Sumingkir, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini dilakukan pada Juli – Agustus 2025 menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling, melibatkan 100 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang telah diadaptasi dari penelitian sebelumnya dan dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel . Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden terhadap obat herbal berada pada kategori tinggi 83%, sedang (15%), dan rendah (2%). Tingkat kepercayaan responden terhadap obat herbal juga tegolong tinggi (83%), sedang (6%), dan rendah (11%). Mayoritas responden pernah menggunakan obat herbal (99%) dengan alasan utama meningkatkan daya tahan tubuh atau kesehatan, dan sebagian besar mengetahui informasi obat herbal dari media sosial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Scabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh penularan tungau Sarcoptes scabiei dan sering terjadi dilingkungan pondok pesantren karena memang tinggal secara bersamaan dalam satu tempat dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga resiko penularan mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pendidikan santri di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap mempengaruhi tingkat pengetahuan tentang swamedikasi dalam penanganan penyakit scabies dan mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan santri terhadap perilaku swamedikasi dalam penanganan scabies. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, data dikumpulkan dari 83 santri dengan tingkat pendidikan SMA kelas 10, 11, dan 12. Analisis data menggunakan SPSS 26 dengan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik pendidikan santri di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan santri mengenai swamedikasi dalam penanganan penyakit scabies, yang menunjukan bahwa tingkat pengetahuan tergolong baik dengan nilai rata-rata 73,33% dan swamedikasi yang tergolong baik dengan rata-rata 84,50% data diperkuat dengan hasil uji stastistik menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan santri dengan perilaku swamedikasi dalam penanganan scabies (p-value 0,000). Dengan demikian, peningkatan pengatahuan santri terhadap scabies sangat penting untuk mendorong perilaku swamedikasi yang tepat dan mencegah penyebaran penyakit scabies dilingkungan pesantren.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap siswi SMK Kartek 2 Jatilawang kelas X, XI, dan XII terkait penggunaan krim pemutih wajah. Pengambilan data menggunakan kuisioner dengan metode Accidental Sampling dalam penentuan reponden. Metode penelitian ini adalah Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan desain cross-sectional. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan siswi mengenai krim pemutih wajah berada pada kategori tinggi, dengan persentase antara 86% hingga 88%. Namun, sikap siswi dalam penggunaan krim pemutih wajah menunjukkan kategori kurang tepat, dengan persentase antara 65% hingga 67%. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun siswi memiliki pengetahuan yang baik terkait penggunaan krim pemutih wajah, sikap dan penerapan dalam penggunaannya sehari-hari masih kurang tepat. Sehingga banyak siswi yang mengalami masalah kulit, seperti jerawat dan beruntusan setelah menggunakan krim pemutih wajah yang tidak aman. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan edukasi dan pemahaman lebih lanjut mengenai penggunaan produk perawatan kulit yang aman dan efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan kosmetik, khususnya krim pemutih wajah, di kalangan remaja semakin meningkat. Pada desember 2023 BPOM telah mencatat beberapa produk pemutih wajah yang dinyatakan mengandung bahan berbahaya, hal ini menimbulkan potensi risiko kesehatan pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap siswi SMK Kartek 2 Jatilawang kelas X, XI, dan XII terkait penggunaan krim pemutih wajah. Pengambilan data menggunakan kuisioner dengan metode penelitian accidental sampling dalam penentuan responden. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Dari 94 responden menunjukkan hasil tingkat pengetahuan siswi mengenai krim pemutih wajah didapati kategori baik, dengan persentase total 87%. Namun, sikap siswi dalam penggunaan krim pemutih wajah menunjukkan kategori kurang tepat, dengan persentase total 66% dari 94 responden. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun siswi memiliki pengetahuan yang baik terkait penggunaan krim pemutih wajah, namun sikap dan penerapan dalam penggunaannya sehari-hari masih kurang tepat. Sehingga banyak siswi yang mengalami masalah kulit, seperti jerawat dan beruntusan setelah menggunakan krim pemutih wajah yang tidak aman. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan edukasi dan pemahaman lebih lanjut mengenai penggunaan produk perawatan kulit yang aman dan efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Scabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh penularan tungau Sarcoptes scabiei dan sering terjadi dilingkungan pondok pesantren karena memang tinggal secara bersamaan dalm satu tempat dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga resiko penularan mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pendidikan santri di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap mempengaruhi tingkat pengetahuan tentang swamedikasi dalam penanganan penyakit scabies dan mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan santri terhadap perilaku swamedikasi dalam penanganan scabies Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, data dikumpulkan dari 83 santri dengan tingkat pendidikan SMA kelas 10, 11, dan 12. Analisis data menggunakan SPSS 26 dengan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik pendidikan santri di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan santri mengenai swamedikasi dalam penanganan penyakit scabies, yang menunjukan bahwa tingkat pengetahuan tergolong baik dengan nilai rata-rata 73,33% dan swamedikasi yang tergolong baik dengan rata-rata 84,50% data diperkuat dengan hasil uji stastistik menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan santri dengan perilaku swamedikasi dalam penanganan scabies (p-value = 0,000). Dengan demikian, peningkatan pengatahuan santri terhadap scabies sangat penting untuk mendorong perilaku swamedikasi yang tepat dan mencegah penyebaran penyakit scabies di lingkungan pesantren.