Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: stabilitas
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN UJI STABILITAS KRIM EKSTRAK ETANOL 96% DAUN KUCAI (Allium Tuberosum Rottl. ex Spreng)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun kucai (Allium tuberosum) kaya akan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, tanin, saponin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai bahan aktif topikal. Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui apakah ekstrak etanol 96% daun kucai dapat diformulasikan menjadi sediaan krim serta menentukan konsentrasi ekstrak yang paling stabil dan memiliki sifat fisik terbaik. Penelitian dilakukan di laboratorium teknologi sediaan farmasi dan laboratorium farmasetika Universitas Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan membuat beberapa formulasi krim Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstraksi daun kucai dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Sediaan krim tipe minyak dalam air (M/A) dibuat dalam empat formulasi konsentrasi ekstrak, yaitu F0 (0%), F1 (1%), F2 (3%), dan F3 (5%). Evaluasi sifat fisik krim meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, tipe krim, uji iritasi, serta uji stabilitas dipercepat (cycling test) selama 6 siklus. Analisis data pada penelitian ini menggunakan SPSS 25 meliputi uji T tidak berpasangan, uji mann-whitney dan uji T berpasangan. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun kucai dapat diformulasikan menjadi sediaan krim. Formula 3 (F3) dengan konsentrasi ekstrak 5% merupakan formulasi terbaik dan paling stabil berdasarkan keseluruhan hasil evaluasi sifat fisik.

62 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN UJI STABILITAS KRIM EKSTRAK ETANOL 96% DAUN KUCAI ( ALLIUM TUBEROSUM ROTTL EX SPRENG)

2026•Koleksi Perpustakaan

Daun kucai (Allium tuberosum) kaya akan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, tanin, saponin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai bahan aktif topikal. Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui apakah ekstrak etanol 96% daun kucai dapat diformulasikan menjadi sediaan krim serta menentukan konsentrasi ekstrak yang paling stabil dan memiliki sifat fisik terbaik. Penelitian dilakukan di laboratorium teknologi sediaan farmasi dan laboratorium farmasetika Universitas Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan membuat beberapa formulasi krim Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstraksi daun kucai dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Sediaan krim tipe minyak dalam air (M/A) dibuat dalam empat formulasi konsentrasi ekstrak, yaitu F0 (0%), F1 (1%), F2 (3%), dan F3 (5%). Evaluasi sifat fisik krim meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, tipe krim, uji iritasi, serta uji stabilitas dipercepat (cycling test) selama 6 siklus. Analisis data pada penelitian ini menggunakan SPSS 25 meliputi uji T tidak berpasangan, uji mann-whitney dan uji T berpasangan. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun kucai dapat diformulasikan menjadi sediaan krim. Formula 3 (F3) dengan konsentrasi ekstrak 5% merupakan formulasi terbaik dan paling stabil berdasarkan keseluruhan hasil evaluasi sifat fisik.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN KRIME TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL DAUN GAMAL (Gliricidia sepium (Jacq.)kunth)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Krim SPF merupakan salah satu sediaan setengah padat yang dimaksudkan untuk pemakaian luar yang pemakaiannya dengan cara dioleskan pada bagian kulit utuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas fisik sediaan krim tabir surya yang mengandung ekstrak etanol daun Gamal selama penyimpanan. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan variasi konsentrasi (F1=0gram; F2=0,05gram; F3=0,10gram; F4=0,15gram). Parameter yang diamati yaitu uji stabilitas sifat fisik krim. Pada uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji daya lekat menunjukan hasil yang sesuai dengan persyaratan. Analisis data menggunakan SPSS 27 menggunakan uji normalitas, homogenitas, paired T-Test dan Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap formulasi berbentuk semi padat dan homogen, F1 putih, F2 dan F3 tetap berwarna kuning menunjukan sediaan tetap stabil selama penyimpanan dan memenuhi persyaratan uji stabilitas Cycling test, namun F4 berubah warna setelah dilakukan uji stabilitas menjadi kuning pekat karna mengandung konsentrasi ekstrak yang paling tinggi sehingga perubahan warna sangat terlihat, dari hasil Uji pH, daya sebar, daya lekat tidak mengalami perubahan secara signifikan dan memenui persyaratan stabilitas fisik dengan uji Cycling test.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Lip Cream Ekstrak Etanol Kulit Melinjo (Gnetum gnemon L.) Sebagai Pewarna Alami

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lip cream merupakan sediaan semi padat yang banyak diminati karena dapat melembapkan dengan warna merata pada bibir. Pewarna alami yang dapat dijadikan sebagai lip cream adalah kulit melinjo. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ekstrak etanol kulit melinjo (Gnetum gnemon L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan lip cream sebagai pewarna alami dan mengetahui formulasi manakah yang paling baik untuk dijadikan sebagai sediaan lip cream. Penelitian dilakukan di Laboratorium Lingkungan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman untuk uji determinasi dan Laboratorium Farmasetika STIKes Ibnu Sina Ajibarang untuk formulasi dan pengujian. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan (F0 = 0%; F1 = 5%; F2 = 10%; F3 = 15%) dan metode maserasi untuk pembuatan ekstrak. Dilakukan cycling test untuk uji stabilitas melalui parameter uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, daya oles, iritasi, dan kesukaan. Analisis data menggunakan SPSS 26 dengan uji One Way Anova, Dependent T Test, dan Independent T Test. Hasil penelitian menunjukkan semua formulasi ekstrak etanol kulit melinjo (Gnetum gnemon L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan lip cream, dibuktikan dengan nilai uji One Way Anova 0.05, namun hasil tidak stabil dengan nilai Dependent T Test 0.05. Semua uji memenuhi standar dengan nilai Independen T test > 0.05. Formulasi sediaan lip cream yang paling baik F1 (5%), didasarkan uji kesukaan dengan persentase sangat suka 24% dan suka 68%.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Lip Cream Ekstrak Etanol Kulit Melinjo (Gnetum gnemon L.) Sebagai Pewarna Alami

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Lip cream merupakan sediaan semi padat yang banyak diminati karena dapat melembapkan dengan warna merata. Pewarna alami yang dapat dijadikan sebagai lip cream adalah kulit melinjo. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ekstrak etanol kulit melinjo (Gnetum gnemon L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan lip cream sebagai pewarna alami dan mengetahui formulasi manakah yang paling baik untuk dijadikan sebagai sediaan lip cream. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan di Universitas Jenderal Soedirman untuk uji determinasi dan Laboratorium Farmasetika STIKes Ibnu Sina Ajibarang untuk formulasi serta pengujian. Sediaan lip cream dibuat dengan variasi konsentrasi (FO-0%; F15%; F2=10%; F3-15%), dilakukan uji stabilitas cycling test melalui parameter uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, daya oles, iritasi, dan kesukaan. Analisis data menggunakan One Way Anova, Dependent T Test, dan Independent T Test. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit melinjo dapat diformulasikan menjadi sediaan lip cream sebagai pewarna alami, stabil pada uji daya sebar dan daya lekat dengan nilai signifikansi (p>0.05) namun tidak stabil pada uji pH dengan nilai signifikansi (p<0.05). Semua formulasi memenuhi standar dengan nilai signifikansi (p>0.05). Formulasi sediaan lip cream yang paling baik F1 (5%), didasarkan pada uji kesukaan dengan persentase sangat suka 24% dan suka 68%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

1. UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN KRIME TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL DAUN GAMAL (Gliricidia sepium (Jacq.)kunth)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Krim SPF merupakan salah satu sediaan setengah padat yang dimaksudkan untuk pemakaian luar yang pemakaiannya dengan cara dioleskan pada bagian kulit utuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas fisik sediaan krim tabir surya yang mengandung ekstrak etanol daun Gamal selama penyimpanan. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan variasi konsentrasi (F1=0gram; F2=0,05gram; F3=0,10gram; F4=0,15gram). Parameter yang diamati yaitu uji stabilitas sifat fisik krim. Pada uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji daya lekat menunjukan hasil yang sesuai dengan persyaratan. Analisis data menggunakan SPSS 27 menggunakan uji normalitas, homogenitas, paired T-Test dan Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap formulasi berbentuk semi padat dan homogen, F1 putih, F2 dan F3 tetap berwarna kuning menunjukan sediaan tetap stabil selama penyimpanan dan memenuhi persyaratan uji stabilitas Cycling test, namun F4 berubah warna setelah dilakukan uji stabilitas menjadi kuning pekat karna mengandung konsentrasi ekstrak yang paling tinggi sehingga perubahan warna sangat terlihat, dari hasil Uji pH, daya sebar, daya lekat tidak mengalami perubahan secara signifikan dan memenui persyaratan stabilitas fisik dengan uji Cycling test.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail