Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Tabir surya
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN LOTION TABIR SURYA KOMBINASI EKSTRAK BUAH TOMAT (Solanum lycopersicum) DAN DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Paparan sinar ultraviolet (UV) berlebihan dapat menyebabkan gangguan pada kulit sehingga diperlukan upaya perlindungan yang optimal seperti tabir surya. Buah tomat mengandung likopen sebagai antioksidan, sedangkan daun kersen mengandung flavonoid dan senyawa fenolik yang berpotensi memberikan perlindungan terhadap radiasi UV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kombinasi ekstrak buah tomat dan daun kersen dapat di formulasikan sebagai sediaan lotion tabir surya dan mengetahui apakah sediaan lotion kombinasi ekstrak buah tomat dan daun kersen memiliki nilai SPF yang tinggi. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium teknologi farmasi STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan variasi formulasi kombinasi ekstrak etanol buah tomat dan daun kersen F0 (0:0);F1 (1:0,8);F2 (5:0,5);F3 (9:0,2). Parameter yang diamati meliputi uji sifat fisik lotion;uji iritasi dan uji nilai SPF. Penentuan nilai SPF dilakukan secara in vitro menggunakan spektrofoto metri UV-Vis. Analisis data menggunakan SPSS 25 uji t berpasangan;uji t tidak berpasangan; dan uji mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi ekstrak buah tomat dan daun kersen dapat di formulasikan sebagai sediaan lotion tabir surya yang memenuhi persyaratan mutu fisik dan aman digunakan. Nilai SPF yang diperoleh jika diurutkan dari yang tertinggi ialah (F3 19,61;F2 11,29;F1 10,78;F0 2,78) dengan nilai SPF tertinggi kategori proteksi ultra diperoleh oleh F3.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN LOTION TABIR SURYA KOMBINASI EKSTRAK BUAH TOMAT (Solanum lycopersicum) DAN DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Paparan sinar ultraviolet (UV) berlebihan dapat menyebabkan gangguan pada kulit sehingga diperlukan upaya perlindungan yang optimal seperti tabir surya. Buah tomat mengandung likopen sebagai antioksidan, sedangkan daun kersen mengandung flavonoid dan senyawa fenolik yang berpotensi memberikan perlindungan terhadap radiasi UV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kombinasi ekstrak buah tomat dan daun kersen dapat di formulasikan sebagai sediaan lotion tabir surya dan mengetahui apakah sediaan lotion kombinasi ekstrak buah tomat dan daun kersen memiliki nilai SPF yang tinggi. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium teknologi farmasi STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan variasi formulasi kombinasi ekstrak etanol buah tomat dan daun kersen F0 (0:0);F1 (1:0,8);F2 (5:0,5);F3 (9:0,2). Parameter yang diamati meliputi uji sifat fisik lotion;uji iritasi dan uji nilai SPF. Penentuan nilai SPF dilakukan secara in vitro menggunakan spektrofoto metri UV-Vis. Analisis data menggunakan SPSS 25 uji t berpasangan;uji t tidak berpasangan; dan uji mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi ekstrak buah tomat dan daun kersen dapat di formulasikan sebagai sediaan lotion tabir surya yang memenuhi persyaratan mutu fisik dan aman digunakan. Nilai SPF yang diperoleh jika diurutkan dari yang tertinggi ialah (F3 19,61;F2 11,29;F1 10,78;F0 2,78) dengan nilai SPF tertinggi kategori proteksi ultra diperoleh oleh F3.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN KRIME TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL DAUN GAMAL (Gliricidia sepium (Jacq.)kunth)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Krim SPF merupakan salah satu sediaan setengah padat yang dimaksudkan untuk pemakaian luar yang pemakaiannya dengan cara dioleskan pada bagian kulit utuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas fisik sediaan krim tabir surya yang mengandung ekstrak etanol daun Gamal selama penyimpanan. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan variasi konsentrasi (F1=0gram; F2=0,05gram; F3=0,10gram; F4=0,15gram). Parameter yang diamati yaitu uji stabilitas sifat fisik krim. Pada uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji daya lekat menunjukan hasil yang sesuai dengan persyaratan. Analisis data menggunakan SPSS 27 menggunakan uji normalitas, homogenitas, paired T-Test dan Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap formulasi berbentuk semi padat dan homogen, F1 putih, F2 dan F3 tetap berwarna kuning menunjukan sediaan tetap stabil selama penyimpanan dan memenuhi persyaratan uji stabilitas Cycling test, namun F4 berubah warna setelah dilakukan uji stabilitas menjadi kuning pekat karna mengandung konsentrasi ekstrak yang paling tinggi sehingga perubahan warna sangat terlihat, dari hasil Uji pH, daya sebar, daya lekat tidak mengalami perubahan secara signifikan dan memenui persyaratan stabilitas fisik dengan uji Cycling test.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

1. UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN KRIME TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL DAUN GAMAL (Gliricidia sepium (Jacq.)kunth)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Krim SPF merupakan salah satu sediaan setengah padat yang dimaksudkan untuk pemakaian luar yang pemakaiannya dengan cara dioleskan pada bagian kulit utuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas fisik sediaan krim tabir surya yang mengandung ekstrak etanol daun Gamal selama penyimpanan. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan variasi konsentrasi (F1=0gram; F2=0,05gram; F3=0,10gram; F4=0,15gram). Parameter yang diamati yaitu uji stabilitas sifat fisik krim. Pada uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji daya lekat menunjukan hasil yang sesuai dengan persyaratan. Analisis data menggunakan SPSS 27 menggunakan uji normalitas, homogenitas, paired T-Test dan Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap formulasi berbentuk semi padat dan homogen, F1 putih, F2 dan F3 tetap berwarna kuning menunjukan sediaan tetap stabil selama penyimpanan dan memenuhi persyaratan uji stabilitas Cycling test, namun F4 berubah warna setelah dilakukan uji stabilitas menjadi kuning pekat karna mengandung konsentrasi ekstrak yang paling tinggi sehingga perubahan warna sangat terlihat, dari hasil Uji pH, daya sebar, daya lekat tidak mengalami perubahan secara signifikan dan memenui persyaratan stabilitas fisik dengan uji Cycling test.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN UJI KRIM SPF TABIR SURYA FRAKSI BUTANOL EKSTRAK ETANOL DAUN GAMAL (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tabir surya adalah suatu sediaan yang terdapat senyawa kimia didalamnya yang dapat menyerap atau memantulkan sinar UV yang mengenai kulit sehingga bisa digunakan untuk melindungi fungsi dan struktur kulit manusia dari dampak negatif sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fraksi butanol dari ekstrak etanol daun gamal dapat diformulasikan sebagai krim dan mengetahui aktifitas krim tabir surya fraksi butanol ekstrak etanol daun gamal. Penelitian ini dilakukan di laboratorium STIKes Ibnu Sina Ajibarang pada bulan Juni sampai Juli 2024. Jenis penelitian ini yaitu eksperimental dengan variasi konsentrasi fraksi butanol ekstrak etanol daun gamal (F1=0gram; F2=0,05gram; F3=0,10gram; F4=0,15gram). Parameter yang diamati meliputi uji sifat fisik krim dan uji nilai SPF. Pada ujii organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji daya lekat menunjukkan hasil yang sesuai persyaratan. Hasil pada uji nilai SPF menunjukkan bahwa F4 memperoleh nilai SPF sebesar 10,68 yang berarti memiliki proteksi paling tinggi yaitu maksimum pada penelitian ini. Kemudian analisis data menggunakan One Way ANOVA, dengan menguji normalitas dan homogenitas sebagai prasyarat dalam uji ini dengan hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar kelompok uji (p value 0,05).

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail