Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Lotion
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN LOTION TABIR SURYA KOMBINASI EKSTRAK BUAH TOMAT (Solanum lycopersicum) DAN DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Paparan sinar ultraviolet (UV) berlebihan dapat menyebabkan gangguan pada kulit sehingga diperlukan upaya perlindungan yang optimal seperti tabir surya. Buah tomat mengandung likopen sebagai antioksidan, sedangkan daun kersen mengandung flavonoid dan senyawa fenolik yang berpotensi memberikan perlindungan terhadap radiasi UV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kombinasi ekstrak buah tomat dan daun kersen dapat di formulasikan sebagai sediaan lotion tabir surya dan mengetahui apakah sediaan lotion kombinasi ekstrak buah tomat dan daun kersen memiliki nilai SPF yang tinggi. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium teknologi farmasi STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan variasi formulasi kombinasi ekstrak etanol buah tomat dan daun kersen F0 (0:0);F1 (1:0,8);F2 (5:0,5);F3 (9:0,2). Parameter yang diamati meliputi uji sifat fisik lotion;uji iritasi dan uji nilai SPF. Penentuan nilai SPF dilakukan secara in vitro menggunakan spektrofoto metri UV-Vis. Analisis data menggunakan SPSS 25 uji t berpasangan;uji t tidak berpasangan; dan uji mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi ekstrak buah tomat dan daun kersen dapat di formulasikan sebagai sediaan lotion tabir surya yang memenuhi persyaratan mutu fisik dan aman digunakan. Nilai SPF yang diperoleh jika diurutkan dari yang tertinggi ialah (F3 19,61;F2 11,29;F1 10,78;F0 2,78) dengan nilai SPF tertinggi kategori proteksi ultra diperoleh oleh F3.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN LOTION TABIR SURYA KOMBINASI EKSTRAK BUAH TOMAT (Solanum lycopersicum) DAN DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Paparan sinar ultraviolet (UV) berlebihan dapat menyebabkan gangguan pada kulit sehingga diperlukan upaya perlindungan yang optimal seperti tabir surya. Buah tomat mengandung likopen sebagai antioksidan, sedangkan daun kersen mengandung flavonoid dan senyawa fenolik yang berpotensi memberikan perlindungan terhadap radiasi UV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kombinasi ekstrak buah tomat dan daun kersen dapat di formulasikan sebagai sediaan lotion tabir surya dan mengetahui apakah sediaan lotion kombinasi ekstrak buah tomat dan daun kersen memiliki nilai SPF yang tinggi. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium teknologi farmasi STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan variasi formulasi kombinasi ekstrak etanol buah tomat dan daun kersen F0 (0:0);F1 (1:0,8);F2 (5:0,5);F3 (9:0,2). Parameter yang diamati meliputi uji sifat fisik lotion;uji iritasi dan uji nilai SPF. Penentuan nilai SPF dilakukan secara in vitro menggunakan spektrofoto metri UV-Vis. Analisis data menggunakan SPSS 25 uji t berpasangan;uji t tidak berpasangan; dan uji mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi ekstrak buah tomat dan daun kersen dapat di formulasikan sebagai sediaan lotion tabir surya yang memenuhi persyaratan mutu fisik dan aman digunakan. Nilai SPF yang diperoleh jika diurutkan dari yang tertinggi ialah (F3 19,61;F2 11,29;F1 10,78;F0 2,78) dengan nilai SPF tertinggi kategori proteksi ultra diperoleh oleh F3.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Lotion Ekstrak Etanol Daun Kapuk Randu (Ceiba petandra (L.) Gaertn) dengan Metode DPPH

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kerusakan kulit disebabkan karena adanya interaksi atau paparan langsung dengan radikal bebas pada lapisan kulit. Oleh karenanya, tubuh membutuhkan suatu antioksidan yang dapat meringankan perlindungan tubuh dari serangan radikal bebas berbahaya. Tanaman yang memiliki potensi sebagai antioksidan yaitu daun kapuk randu (Ceiba Petandra (L.) Gaertn) yang digunakan dalam pembuatan sediaan lotion pelembab. Konsentrasi ekstrak daun kapuk randu yang digunakan pada pembuatan sediaan lotion ini yaitu sebesar 0,004%, 0,008% dan 0,012%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ekstrak etanol daun kapuk randu dapat diformulasikan menjadi sediaan lotion dan nilai konsentrasi optimal ekstrak etanol daun kapuk randu dapat memberikan aktivitas antioksidan. Metode yang digunakan untuk menentukan aktivitas antioksian adalah metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). Evaluasi sediaan yang dilakukan diantaranya uji organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, viskositas dan uji tipe emulsi. Selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Hasil menunjukan ketiga formulasi lotion ekstrak etanol daun kapuk randu telah memenuhi persyaratan pada setiap uji evaluasi sediaan. Sediaan lotion ekstrak etanol daun kapuk randu formula I, II, dan III menghasilkan nilai IC₅₀ berturut-turut sebesar 114,19 ppm; 56,73 ppm; dan 28,64 ppm dengan kategori aktivitas antioksidan sedang, kuat dan sangat kuat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sediaan lotion paling optimal adalah pada konsentrasi 0,008% (formula II).

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTI NYAMUK EKSTRAK ETANOL DAUN SINGKONG (Manihot esculenta Crantz) PADA NYAMUK Aedes aegypti

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nyamuk merupakan vektor utama penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Salah satu upaya untuk pencegahannya yaitu dengan penggunaan produk anti nyamuk seperti lotion. Lotion yang tersebar di pasaran saat ini berbahan aktif kimia yang mana bila digunakan dalam jangka waktu panjang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan manusia. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan yaitu dengan pemanfaatan tanaman sebagai zat aktif dalam lotion anti nyamuk. Daun singkong (Manihot esculenta Crantz) mengandung senyawa kimia seperti HCN (asam sianida), alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin yang terbukti memiliki aktivitas anti nyamuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sediaan lotion ekstrak etanol daun singkong memenuhi persyaratan uji fisik lotion dan mengetahui berapa konsentrasi ekstrak etanol daun singkong yang efektif sebagai anti nyamuk. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium STIKes Ibnu Sina Ajibarang pada bulan Februari sampai Juni 2024. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dimana daun singkong diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70% dan diformulasikan dalam bentuk lotion dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 10%, 20%, dan 30%. Sediaan lotion kemudian dilakukan uji fisik sediaan meliputi organoleptik, tipe emulsi, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas dan daya proteksi terhadap nyamuk Aedes aegypti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formulasi lotion ekstrak etanol daun singkong memenuhi persyaratan yang ditunjukkan dengan uji fisik sediaan. Namun, pada pengujian daya proteksi, hanya Formulasi II dan Formulasi III yang efektif sebagai lotion anti nyamuk dimana daya tolak lebih dari 90%. Dari ketiga formulasi, yang paling efektif yaitu formulasi III dengan konsentrasi ekstrak 30% dan daya proteksi sebesar 98,3%.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail