Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: Etanol
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Formulasi Krim Ekstrak Etanol 70% Daun Buncis (Phaseolus vulgaris L) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus

2026•Koleksi Perpustakaan

Krim merupakan sediaan semisolid berupa emulsi kental yang mengandung air tidak lebih dari 60% dan ditujukan untuk pemakaian luar. Daun buncis mengandung senyawa flavonoid, tannin dan tripenoid yang dapat digunakan sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol 70% daun buncis dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dan untuk mengetahui apakah terdapat aktivitas antibakteri pada sediaan krim ekstrak etanol 70% daun buncis. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Mikrobiologi, Kimia dan Teknologi Farmasi Universitas Ibnu Sina Ajibaranang. Jenis penelitian merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan metode difusi sumuran pada uji aktivitas antibakteri dan diuji sifat fisik sediaan yaitu uji organoleptik, pemeriksaan pH, daya sebar, daya lekat, viskositas. Analisis data pada penelitian ini menggunakan SPSS 27 pada uji one way anova dan uji T tidak Berpasangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak etanol 70% daun buncis tidak dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan krim pada semua perlakukan (F1, F2 dan F3), hal ini disebabkan karena uji daya sebar tidak memenuhi persyaratan yang baik pada sediaan krim dan memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter F1 1,63mm±0,84mm, F2 3,08mm±1,35mm dan F3 1,8±0,66mm yang termasuk dalam kategori lemah. Hasil analisis menunjukan bahwa krim ekstrak etanol daun buncis memiliki perbedaan siginifikan sebesar nilai signifikan <0.001(p<0,05)

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BATANG BANGLE (Zingiber montanum) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat menyebabkan berbagai jenis infeksi pada manusia. Penggunaan antibakteri secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi, sehingga diperlukan sumber antibakteri alami yang berpotensi digunakan sebagai alternatif. Bangle (Zingiber montanum (J.Koenig) Link ex A.Dietr.) merupakan salah satu tanaman yang secara empiris telah digunakan dalam pengobatan tradisional dan diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder serta aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% batang bangle (Zingiber montanum) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang meliputi proses ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, skrining fitokimia, dan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Konsentrasi ekstrak etanol batang bangle yang digunakan dalam pengujian antibakteri yaitu 40%, 50%, dan 60%, dengan aquadest sebagai kontrol negatif. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% batang bangle mengandung senyawa metabolit sekunder berupa senyawa saponin, tanin, flavonoid, dan alkaloid. Hasil pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% batang bangle pada konsentrasi 40%, 50%, dan 60% menunjukan adanya aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, dengan hasil zona hambat masing-masing sebesar 17,79 mm, 26,82 mm, dan 23,52 mm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 70% batang bangle memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus pada konsentrasi yang diuji.

37 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA EKSTRAK ETANOL CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) SECARA IN VIVO

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peningkatan prevalensi hiperurisemia mendorong pencarian alternatif pengobatan berbahan alam yang memiliki efek samping lebih rendah dibandingkan obat sintetik. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai agen antihiperurisemia adalah cabai merah (Capsicum annuum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas athiperurisemia ekstrak etanol cabai merah terhadap penurunan kadar asam urat darah pada mencit jantan (Mus musculus) yang diinduksi kalium oksonat. Penelitian ini dilakukan di laboratorium universitas ibnu sina ajibarang menggunakan 20 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (allopurinol), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak etanol cabai merah dosis 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, dan 600 mg/kgBB. Hiperurisemia diinduksi menggunakan kalium oksonat. Pengukuran kadar asam urat dilakukan pada hari ke-0, hari ke-14, hari ke-21, dan hari ke-28. Kemudian dianalisi menggunakan One-Way ANOVA dengan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelompok perlakuan ekstrak mampu menurunkan kadar asam urat dibandingkan kontrol negatif. Dosis 600 mg/kgBB memberikan persentase penurunan kadar asam urat tertinggi di antara kelompok ekstrak, yaitu sebesar 4,25 mg/dL pada hari ke 28. Meskipun uji ANOVA menunjukan tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan. Kesimpulanya,ekstrak etanol cabai merah (Capsicum annuum L.) memiliki potensi sebagai agen antihiperurisemia pada mencit jantan (Mus musculus).

65 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA EKSTRAK ETANOL CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) SECARA IN VIVO

2026•Koleksi Perpustakaan

Peningkatan prevalensi hiperurisemia mendorong pencarian alternatif pengobatan berbahan alam yang memiliki efek samping lebih rendah dibandingkan obat sintetik. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai agen antihiperurisemia adalah cabai merah (Capsicum annuum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas athiperurisemia ekstrak etanol cabai merah terhadap penurunan kadar asam urat darah pada mencit jantan (Mus musculus) yang diinduksi kalium oksonat. Penelitian ini dilakukan di laboratorium universitas ibnu sina ajibarang menggunakan 20 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (allopurinol), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak etanol cabai merah dosis 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, dan 600 mg/kgBB. Hiperurisemia diinduksi menggunakan kalium oksonat. Pengukuran kadar asam urat dilakukan pada hari ke-0, hari ke-14, hari ke-21, dan hari ke-28. Kemudian dianalisi menggunakan One-Way ANOVA dengan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelompok perlakuan ekstrak mampu menurunkan kadar asam urat dibandingkan kontrol negatif. Dosis 600 mg/kgBB memberikan persentase penurunan kadar asam urat tertinggi di antara kelompok ekstrak, yaitu sebesar 4,25 mg/dL pada hari ke 28. Meskipun uji ANOVA menunjukan tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan. Kesimpulanya,ekstrak etanol cabai merah (Capsicum annuum L.) memiliki potensi sebagai agen antihiperurisemia pada mencit jantan (Mus musculus).

64 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BODY SCRUB EKSTRAK ETANOL DAUN PEGAGANG (CENTELLA ASIATICA (L.) URBAN)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Paparan radikal bebas dan penumpukan sel kulit mati dapat menurunkan kesehatan kulit, sehingga diperlukan sediaan kosmetik seperti body scrub yang tidak hanya berfungsi sebagai eksfoliator, tetapi juga memiliki aktivitas antioksidan. Daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dikenal mengandung senyawa aktif dengan potensi antioksidan tinggi sehingga berpeluang diformulasikan menjadi sediaan body scrub untuk membantu mengangkat sel kulit mati sekaligus melawan radikal bebas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksperimental yang dilakukan di Universitas Jenderal Soedirman untuk uji determinasi dan Laboratorium Farmasetika STIKes Ibnu Sina Ajibarang untuk formulasi serta pengujian. Sediaan body scrub dibuat dengan variasi konsentrasi (F0= 0%; F1= 5%; F2= 10%; F3= 20%), dilakukan uji sifat fisik melalui parameter uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH, dan iritasi. Analisis data menggunakan SPSS for windows 30. Hasil menunjukkan bahwa keempat formula body scrub dapat diformulasikan dengan baik dan stabil. Aktivitas antioksidan sediaan body scrub ekstrak daun pegagan menghasilkan nilai IC₅₀ berturut-turut sebesar 127,01 ppm (F0), 94,98 ppm (F1), 81,37 ppm (F2), dan 47,54 ppm (F3). Nilai ini lebih tinggi dibandingkan pembanding vitamin C dengan IC₅₀ sebesar 17,71 ppm. Meskipun demikian, sediaan body scrub ekstrak pegagan tetap berpotensi sebagai alternatif produk perawatan kulit alami dengan aktivitas antioksidan yang baik.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Formulasi dan Uji Sediaan Lip cream Ekstrak Etanol Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Sebagai Pewarna Alami

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lip cream adalah suatu sediaan pewarna bibir yang memiliki tekstur semi padat dan memiliki kemampuan melembabkan bibir lebih lama karena mengandung minyak dalam jumlah tinggi untuk membantu mencegah bibir kering dan mudah pecah-pecah. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan salah satu tumbuhan obat keluarga Zingiberaceae yang mengandung zat kuning kurkuminoid sebagai pewarna alami. Tujuan penelitian ini adalah memformulasikan dan menguji sediaan lip cream ekstrak etanol temulawak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental formulasi sediaan lip cream ekstrak etanol temulawak 0%, 4%, 5% dan 6%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar dan uji kesukaan. Hasil dari penelitian ini adalah ekstrak etanol temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dapat diformulasikan dalam sediaan lip cream dan dapat mempengaruhi perubahan warna pada sediaan. Hasil evaluasi menunjukan semua formula memenuhi syarat serta uji kesukaan menunjukan bahwa panelis lebih suka untuk formulasi F3 karena memiliki warna yang lebih gelap. Kata kunci: Lip cream, Temulawak, kurkuminoid, Pewarna alami

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Lotion Ekstrak Etanol Daun Kapuk Randu (Ceiba petandra (L.) Gaertn) dengan Metode DPPH

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kerusakan kulit disebabkan karena adanya interaksi atau paparan langsung dengan radikal bebas pada lapisan kulit. Oleh karenanya, tubuh membutuhkan suatu antioksidan yang dapat meringankan perlindungan tubuh dari serangan radikal bebas berbahaya. Tanaman yang memiliki potensi sebagai antioksidan yaitu daun kapuk randu (Ceiba Petandra (L.) Gaertn) yang digunakan dalam pembuatan sediaan lotion pelembab. Konsentrasi ekstrak daun kapuk randu yang digunakan pada pembuatan sediaan lotion ini yaitu sebesar 0,004%, 0,008% dan 0,012%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ekstrak etanol daun kapuk randu dapat diformulasikan menjadi sediaan lotion dan nilai konsentrasi optimal ekstrak etanol daun kapuk randu dapat memberikan aktivitas antioksidan. Metode yang digunakan untuk menentukan aktivitas antioksian adalah metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). Evaluasi sediaan yang dilakukan diantaranya uji organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, viskositas dan uji tipe emulsi. Selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Hasil menunjukan ketiga formulasi lotion ekstrak etanol daun kapuk randu telah memenuhi persyaratan pada setiap uji evaluasi sediaan. Sediaan lotion ekstrak etanol daun kapuk randu formula I, II, dan III menghasilkan nilai IC₅₀ berturut-turut sebesar 114,19 ppm; 56,73 ppm; dan 28,64 ppm dengan kategori aktivitas antioksidan sedang, kuat dan sangat kuat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sediaan lotion paling optimal adalah pada konsentrasi 0,008% (formula II).

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail