BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Buku ini mengupas dan membahas berbagai macam bentuk sediaan padat mulai dari serbuk, kapsul, tablet konvensional hingga tablet khusus. Dalam buku ini dibahas secara lengkap mulai dari pengertian dari setiap sediaan, kelebihan dan kekurangan, aspek-aspek dalam proses pembuatan sediaan, contoh nama bahan yang digunakan, pengujian kualitas sediaan, permasalahan dari sediaan dan saran penanganannya, serta dilengkapi dengan bebberapa soal untuk memepermudah mendalami pokok bahasan yang disajikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Daun kucai (Allium tuberosum) kaya akan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, tanin, saponin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai bahan aktif topikal. Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui apakah ekstrak etanol 96% daun kucai dapat diformulasikan menjadi sediaan krim serta menentukan konsentrasi ekstrak yang paling stabil dan memiliki sifat fisik terbaik. Penelitian dilakukan di laboratorium teknologi sediaan farmasi dan laboratorium farmasetika Universitas Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan membuat beberapa formulasi krim Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstraksi daun kucai dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Sediaan krim tipe minyak dalam air (M/A) dibuat dalam empat formulasi konsentrasi ekstrak, yaitu F0 (0%), F1 (1%), F2 (3%), dan F3 (5%). Evaluasi sifat fisik krim meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, tipe krim, uji iritasi, serta uji stabilitas dipercepat (cycling test) selama 6 siklus. Analisis data pada penelitian ini menggunakan SPSS 25 meliputi uji T tidak berpasangan, uji mann-whitney dan uji T berpasangan. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun kucai dapat diformulasikan menjadi sediaan krim. Formula 3 (F3) dengan konsentrasi ekstrak 5% merupakan formulasi terbaik dan paling stabil berdasarkan keseluruhan hasil evaluasi sifat fisik.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Daun kucai (Allium tuberosum) kaya akan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, tanin, saponin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai bahan aktif topikal. Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui apakah ekstrak etanol 96% daun kucai dapat diformulasikan menjadi sediaan krim serta menentukan konsentrasi ekstrak yang paling stabil dan memiliki sifat fisik terbaik. Penelitian dilakukan di laboratorium teknologi sediaan farmasi dan laboratorium farmasetika Universitas Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan membuat beberapa formulasi krim Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstraksi daun kucai dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Sediaan krim tipe minyak dalam air (M/A) dibuat dalam empat formulasi konsentrasi ekstrak, yaitu F0 (0%), F1 (1%), F2 (3%), dan F3 (5%). Evaluasi sifat fisik krim meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, tipe krim, uji iritasi, serta uji stabilitas dipercepat (cycling test) selama 6 siklus. Analisis data pada penelitian ini menggunakan SPSS 25 meliputi uji T tidak berpasangan, uji mann-whitney dan uji T berpasangan. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun kucai dapat diformulasikan menjadi sediaan krim. Formula 3 (F3) dengan konsentrasi ekstrak 5% merupakan formulasi terbaik dan paling stabil berdasarkan keseluruhan hasil evaluasi sifat fisik.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan obat yang tidak tepat dapat menyebabkan kegagalan terapi, efek samping, hingga resistensi obat. Program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar) diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penggunaan obat yang rasional, namun masyarakat Desa Sidabowa, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas masih banyak yang belum memahami konsep ini, khususnya pada obat sediaan topikal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap program DAGUSIBU obat sediaan topikal di wilayah tersebut. Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional cross-sectional dengan teknik accidental sampling pada warga Desa Sidabowa berusia 30–54 tahun yang menggunakan obat topikal. Jumlah sampel dihitung menggunakan rumus Slovin (kesalahan 10%) dari populasi 3.094 jiwa, menghasilkan 97 responden yang tersebar di 9 RW. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Guttman (pengetahuan) dan Likert (sikap), kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi pada SPSS. Hasil penelitian diharapkan menggambarkan tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat serta hubungan bermakna antara keduanya, mengingat pengetahuan berperan penting dalam membentuk sikap terhadap penggunaan obat yang benar. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan pihak terkait dalam merancang program edukasi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran rasional penggunaan obat melalui DAGUSIBU.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pelayanan kefarmasian merupakan aspek penting dalam pelayanan kesehatan termasuk bagi pengguna jaminan kesehatan seperti peserta Program Rujuk Balik (PRB). Kepuasan pasien menjadi indikator utama untuk menilai keberhasilan kualitas pelayanan yang diberikan, sehingga evaluasi secara berkala perlu dilkukan untuk memastikan standar pelayanan tetap terjaga dan sesuai harapan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien PRB terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Dita Putra Bukateja tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional analisis.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling dan besar sampel sebanyak 91 responden. Pengambilan data menggunakan kuisioner skala likert. Pengambilan ini dilakukan pada bulan Januari tahun 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan tingkat kepuasan pasien berada dalam kategori sangat puas dengan nilai rata-rata 83,91%. Dimensi bukti langsung memperoleh nilai tertinggi sebesar 86,70%, diikuti dimensi empati 84,40%, dimensi kehandalan 83,96%, dimensi jaminan 83,08%, dan dimensi daya tanggap sebesar 81,43% sebagai nilai terendah namun masih dalam kategori sangat puas. Kesimpulan penelitian ini adalah pelayanan kefarmasian di Apotek Dita Putra Bukateja telah berjalan sangat baik, memenuhi harapan pasien, dan telah menerapkan standar pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku, yaitu Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
-
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Buku ini berupaya menjembatani antara konsep-konsep dasar dalam studi ekonomi dengan kenyataan-kenyataan yang terjadi dalam perkembangan perekonomian, melalui indikator ekonomi.