ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<ol>
<li style="margin-left: 42.55pt;">
Untuk mengetahui senyawa yang senyawa yang terkandung dalam ektrak etanol batang tanaman talas yang membentuk afinitas terhadap reseptor COX-2 sebagai antiinflamasi diujikan secara <em>in silico</em></li>
<li style="margin-left: 42.55pt;">
Untuk mengetahui aktifitas antiinflamasi ekstrak etanol daunt alas yang diujikan secara <em>in vitro</em></li>
</ol>
ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<div>
1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit Diabetes Melitus.</div>
<div>
2. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penatalaksanaan Diabetes Melitus secara non farmakologi atau perubahan gaya hidup, serta penggunaan obat Diabetes Melitusyang rasional.</div>
<div>
3. Meningkatkan pengetahuan pola makan/ life stile masyarakat untuk menurunkan resikoterkena/pencegahan dan pengobatan penyakiti Diabetes Melitus. </div>
ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Untuk memberikan informasi kepada masyarakat terhadap penggunaan obat tradisional untuk penderita penyakit diabetes militus</p>
ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<div>
Kegiatan Pengabdian ini akan fokus pada 2 sub-kegiatan GERMAS, yaitu mengkonsumsi makanan yang bergizi dan Melakukan aktifitas fisik. Kegiatan ini akan dilakukan melalui mobilisasi masyarakat untuk ikut terlibat mulai dari perencanaan hingga evaluasi kegiatan. Sehingga dapat diharapkan agar program ini akan terus berlanjut secara swadaya oleh masyarakat meskipun kegiatan pengabdian telah selesai. </div>
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat menyebabkan berbagai jenis infeksi pada manusia. Penggunaan antibakteri secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi, sehingga diperlukan sumber antibakteri alami yang berpotensi digunakan sebagai alternatif. Bangle (Zingiber montanum (J.Koenig) Link ex A.Dietr.) merupakan salah satu tanaman yang secara empiris telah digunakan dalam pengobatan tradisional dan diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder serta aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% batang bangle (Zingiber montanum) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang meliputi proses ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, skrining fitokimia, dan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Konsentrasi ekstrak etanol batang bangle yang digunakan dalam pengujian antibakteri yaitu 40%, 50%, dan 60%, dengan aquadest sebagai kontrol negatif. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% batang bangle mengandung senyawa metabolit sekunder berupa senyawa saponin, tanin, flavonoid, dan alkaloid. Hasil pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% batang bangle pada konsentrasi 40%, 50%, dan 60% menunjukan adanya aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, dengan hasil zona hambat masing-masing sebesar 17,79 mm, 26,82 mm, dan 23,52 mm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 70% batang bangle memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus pada konsentrasi yang diuji.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peningkatan prevalensi hiperurisemia mendorong pencarian alternatif pengobatan berbahan alam yang memiliki efek samping lebih rendah dibandingkan obat sintetik. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai agen antihiperurisemia adalah cabai merah (Capsicum annuum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas athiperurisemia ekstrak etanol cabai merah terhadap penurunan kadar asam urat darah pada mencit jantan (Mus musculus) yang diinduksi kalium oksonat. Penelitian ini dilakukan di laboratorium universitas ibnu sina ajibarang menggunakan 20 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (allopurinol), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak etanol cabai merah dosis 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, dan 600 mg/kgBB. Hiperurisemia diinduksi menggunakan kalium oksonat. Pengukuran kadar asam urat dilakukan pada hari ke-0, hari ke-14, hari ke-21, dan hari ke-28. Kemudian dianalisi menggunakan One-Way ANOVA dengan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelompok perlakuan ekstrak mampu menurunkan kadar asam urat dibandingkan kontrol negatif. Dosis 600 mg/kgBB memberikan persentase penurunan kadar asam urat tertinggi di antara kelompok ekstrak, yaitu sebesar 4,25 mg/dL pada hari ke 28. Meskipun uji ANOVA menunjukan tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan. Kesimpulanya,ekstrak etanol cabai merah (Capsicum annuum L.) memiliki potensi sebagai agen antihiperurisemia pada mencit jantan (Mus musculus).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Daun kucai (Allium tuberosum) kaya akan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, tanin, saponin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai bahan aktif topikal. Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui apakah ekstrak etanol 96% daun kucai dapat diformulasikan menjadi sediaan krim serta menentukan konsentrasi ekstrak yang paling stabil dan memiliki sifat fisik terbaik. Penelitian dilakukan di laboratorium teknologi sediaan farmasi dan laboratorium farmasetika Universitas Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan membuat beberapa formulasi krim Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstraksi daun kucai dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Sediaan krim tipe minyak dalam air (M/A) dibuat dalam empat formulasi konsentrasi ekstrak, yaitu F0 (0%), F1 (1%), F2 (3%), dan F3 (5%). Evaluasi sifat fisik krim meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, tipe krim, uji iritasi, serta uji stabilitas dipercepat (cycling test) selama 6 siklus. Analisis data pada penelitian ini menggunakan SPSS 25 meliputi uji T tidak berpasangan, uji mann-whitney dan uji T berpasangan. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun kucai dapat diformulasikan menjadi sediaan krim. Formula 3 (F3) dengan konsentrasi ekstrak 5% merupakan formulasi terbaik dan paling stabil berdasarkan keseluruhan hasil evaluasi sifat fisik.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Peningkatan prevalensi hiperurisemia mendorong pencarian alternatif pengobatan berbahan alam yang memiliki efek samping lebih rendah dibandingkan obat sintetik. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai agen antihiperurisemia adalah cabai merah (Capsicum annuum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas athiperurisemia ekstrak etanol cabai merah terhadap penurunan kadar asam urat darah pada mencit jantan (Mus musculus) yang diinduksi kalium oksonat. Penelitian ini dilakukan di laboratorium universitas ibnu sina ajibarang menggunakan 20 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (allopurinol), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak etanol cabai merah dosis 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, dan 600 mg/kgBB. Hiperurisemia diinduksi menggunakan kalium oksonat. Pengukuran kadar asam urat dilakukan pada hari ke-0, hari ke-14, hari ke-21, dan hari ke-28. Kemudian dianalisi menggunakan One-Way ANOVA dengan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelompok perlakuan ekstrak mampu menurunkan kadar asam urat dibandingkan kontrol negatif. Dosis 600 mg/kgBB memberikan persentase penurunan kadar asam urat tertinggi di antara kelompok ekstrak, yaitu sebesar 4,25 mg/dL pada hari ke 28. Meskipun uji ANOVA menunjukan tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan. Kesimpulanya,ekstrak etanol cabai merah (Capsicum annuum L.) memiliki potensi sebagai agen antihiperurisemia pada mencit jantan (Mus musculus).
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Daun kucai (Allium tuberosum) kaya akan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, tanin, saponin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai bahan aktif topikal. Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui apakah ekstrak etanol 96% daun kucai dapat diformulasikan menjadi sediaan krim serta menentukan konsentrasi ekstrak yang paling stabil dan memiliki sifat fisik terbaik. Penelitian dilakukan di laboratorium teknologi sediaan farmasi dan laboratorium farmasetika Universitas Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan membuat beberapa formulasi krim Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstraksi daun kucai dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Sediaan krim tipe minyak dalam air (M/A) dibuat dalam empat formulasi konsentrasi ekstrak, yaitu F0 (0%), F1 (1%), F2 (3%), dan F3 (5%). Evaluasi sifat fisik krim meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, tipe krim, uji iritasi, serta uji stabilitas dipercepat (cycling test) selama 6 siklus. Analisis data pada penelitian ini menggunakan SPSS 25 meliputi uji T tidak berpasangan, uji mann-whitney dan uji T berpasangan. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun kucai dapat diformulasikan menjadi sediaan krim. Formula 3 (F3) dengan konsentrasi ekstrak 5% merupakan formulasi terbaik dan paling stabil berdasarkan keseluruhan hasil evaluasi sifat fisik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peningkatan prevalensi hiperkolesterolemia mendorong pencarian alternatif pengobatan berbahan alam dengan efek samping lebih rendah dibandingkan obat sintetik. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah daun pakis sayur (Diplazium esculentum (Retz.) Swartz). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun pakis sayur memiliki efek terhadap kadar kolesterol total dan dosis berapa yang paling baik dalam menurunkan kadar kolesterol total pada mencit jantan. Penelitian eksperimental ini dilakukan di Laboratorium Farmakologi Universitas Ibnu Sina Ajibarang menggunakan 25 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (Na-CMC), kontrol positif (simvastatin), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak etanol daun pakis sayur dosis 14 mg, 28 mg, dan 56 mg. Hiperkolesterolemia diinduksi dengan propiltiourasil (PTU) dan kuning telur puyuh. Kadar kolesterol total diukur pada hari ke-0, ke-14, ke-21, dan ke-28, dan dianalisis dengan One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua dosis ekstrak etanol daun pakis sayur menurunkan kadar kolesterol total. Dosis ekstrak etanol pakis sayur 56 mg (F4) merupakan dosis paling baik menurunkan kadar kolesterol total hingga 24,0% dengan rerata 122,2 mg/dL, meskipun uji ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Dermatitis merupakan peradangan pada kulit (epidermis dan dermis) sebagai respons terhadap berbagai faktor internal yang menyebabkan perubahan klinis berupa lesi kulit polimorfik seperti kemerahan, pembengkakan, papula, vesikel, sisik, penebalan kulit, serta rasa gatal. Pengetahuan bukan hanya sekadar informasi yang dimiliki seseorang, tetapi juga menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dan pembentukan sikap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap pasien terhadap pencegahan dan penanganan penyakit dermatitis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional yang melibatkan pasien dermatitis sesuai kriteria inklusi di Puskesmas Serayu Larangan Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pilihan ganda untuk mengukur tingkat pengetahuan dan skala Likert untuk mengukur sikap. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 47 responden (61,0%) dan sikap positif sebanyak 66 responden (85,7%). Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap pasien terhadap pencegahan dan penanganan penyakit dermatitis sig. 2-tailed 0,05 (0,000) dengan koefisien korelasi sebesar 0,525 yang menunjukkan kekuatan hubungan cukup kuat dan arah positif.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Peningkatan prevalensi hiperkolesterolemia mendorong pencarian alternatif pengobatan berbahan alam dengan efek samping lebih rendah dibandingkan obat sintetik. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah daun pakis sayur (Diplazium esculentum (Retz.) Swartz). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun pakis sayur memiliki efek terhadap kadar kolesterol total dan dosis berapa yang paling baik dalam menurunkan kadar kolesterol total pada mencit jantan. Penelitian eksperimental ini dilakukan di Laboratorium Farmakologi Universitas Ibnu Sina Ajibarang menggunakan 25 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (Na-CMC), kontrol positif (simvastatin), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak etanol daun pakis sayur dosis 14 mg, 28 mg, dan 56 mg. Hiperkolesterolemia diinduksi dengan propiltiourasil (PTU) dan kuning telur puyuh. Kadar kolesterol total diukur pada hari ke-0, ke-14, ke-21, dan ke-28, dan dianalisis dengan One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua dosis ekstrak etanol daun pakis sayur menurunkan kadar kolesterol total. Dosis ekstrak etanol pakis sayur 56 mg (F4) merupakan dosis paling baik menurunkan kadar kolesterol total hingga 24,0% dengan rerata 122,2 mg/dL, meskipun uji ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan mengevaluasi kadar vitamin C pada berbagai merek minuman yang mengklaim mengandung vitamin C yang beredar di minimarket daerah Ajibarang Kulon menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif-komparatif. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling sebanyak enam merek minuman yaitu Hemaviton C1000, You C1000, Oronamin C Drink, Adem Sari Vitamin C Herbal, Immunizer, dan Floridina. Analisis kualitatif dilakukan menggunakan pereaksi Benedict dan kromatografi lapis tipis (KLT), sedangkan analisis kuantitatif dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi amonium molibdat 5% pada panjang gelombang 570 nm. Hasil penelitian menunjukkan kadar vitamin C pada sampel A sebesar 0,062 mg/mL, sampel B sebesar 0,250 mg/mL, sampel C sebesar 9,625 mg/mL, sampel D sebesar 3,437 mg/mL, sampel E sebesar 9,250 mg/mL, dan sampel F sebesar 4,000 mg/mL. Hasil perbandingan dengan label menunjukkan adanya perbedaan kadar aktual dengan kadar yang dicantumkan pada kemasan produk. Metode spektrofotometri UV-Vis menunjukkan linearitas yang sangat baik dengan persamaan regresi y = 0,0126x + 0,0286 dan koefisien korelasi (R²) sebesar 0,9967.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tingginya konsumsi gorengan menuntut perhatian ekstra terhadap kualitas bahan pangan, khususnya minyak goreng yang digunakan dalam proses penggorengan. Bilangan peroksida adalah angka yang menyatakan banyaknya senyawa peroksida/hidroperoksida yang sudah terbentuk di dalam minyak akibat oksidasi selama pemrosesan atau penyimpanan yang kemudian menjadi indikator awal kerusakan minyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bilangan peroksida minyak goreng yang digunakan oleh pedagang makanan gorengan di wilayah Ajibarang Kulon. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Bilangan peroksida ditentukan dengan titrasi iodometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bilangan peroksida sampel minyak goreng dari tiga pedagang yang berbeda masing-masing adalah 10,61 mek O2/kg, 13,93 mek O2/kg, dan 27,20 mek O2/kg. Nilai-nilai ini melebihi batas maksimum yang ditetapkan dalam SNI 3741:2013, yaitu 10 mek O2/kg. Dapat disimpulkan bahwa minyak goreng yang digunakan oleh pedagang makanan gorengan di Ajibarang Kulon tidak sesuai dengan SNI 3741:2013. Dari uji t didapat t hitung sebesar 1,43, t tabel sebesar 4,30 dan p-value sebesar 0,14 yang menegaskan H0 gagal ditolak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fierce competition among medical device distributors demands improved service quality to maintain partner satisfaction. A preliminary study revealed complaints from pharmacies regarding late deliveries and product out-of-stock. This study aims to evaluate PT. Maliawan Mulia Medicatama's service quality on pharmacy satisfaction in the Tegal region. This study was a quantitative descriptive study with a cross-sectional approach. Sampling used a total sampling technique involving 65 active partner pharmacies. Data were collected through a questionnaire based on the five dimensions of SERVQUAL (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy). Overall, the level of pharmacy satisfaction was categorized as very satisfied with an average percentage of 83.96%. The highest satisfaction score was achieved by the responsiveness dimension at 85.8%, while the tangible evidence dimension achieved the lowest score at 82.4% due to recurring complaints regarding stock shortages. PT Maliawan Mulia Medicatama's service quality was rated highly satisfactory by partner pharmacies. However, the company is advised to improve its inventory management and timely delivery to minimize distribution bottlenecks.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Dermatitis merupakan peradangan pada kulit (epidermis dan dermis) sebagai respons terhadap berbagai faktor internal yang menyebabkan perubahan klinis berupa lesi kulit polimorfik seperti kemerahan, pembengkakan, papula, vesikel, sisik, penebalan kulit, serta rasa gatal. Pengetahuan bukan hanya sekadar informasi yang dimiliki seseorang, tetapi juga menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dan pembentukan sikap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap pasien terhadap pencegahan dan penanganan penyakit dermatitis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional yang melibatkan pasien dermatitis sesuai kriteria inklusi di Puskesmas Serayu Larangan Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pilihan ganda untuk mengukur tingkat pengetahuan dan skala Likert untuk mengukur sikap. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 47 responden (61,0%) dan sikap positif sebanyak 66 responden (85,7%). Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap pasien terhadap pencegahan dan penanganan penyakit dermatitis sig. 2-tailed 0,05 (0,000) dengan koefisien korelasi sebesar 0,525 yang menunjukkan kekuatan hubungan cukup kuat dan arah positif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Attention Deficit Hyperactivity Disorder merupakan salah satu gangguan neurodevelopmental yang disebabkan oleh ketidakseimbangan sistem dopaminergik dan noradrenergik di otak yang biasanya muncul di masa kanak-kanak dan dapat berlanjut hingga usia dewasa, pengobatan gangguan ini biasanya menggunakan obat-obatan sintestis seperti atomoxetine dengan efek samping mual, sakit perut, kelelahan, pusing, dan insomnia, sehingga diperlukan terapi konvensional yang berasal dari tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menemukan senyawa turunan triterpenoid daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dalam melindungi dan menghambat NET dan profil ADME-T. Metode penelitian yang digunakan adalah in silico moleculer docking menggunakan software PyRx 0.8, Biovia 2025, ChemDraw Pro 16.0, Toxtree v3.1.0, dan website PDB, PubChem, PreADMET 2.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa senyawa yang paling berprotensi berupa centellasaponin C dan centellasaponin D dengan nilai energi ikatan yaitu -10,7 serta nilai Ki sebesar 0,0101 µM, sedangkan senyawa yang paling berpotensi berdasarkan kemiripan residu asam amino adalah senyawa madasiatic acid berupa Ala477. Analisis ADME-T dari senyawa turunan triterpenoid daun pegagan menunjukan senyawa terabsorbsi melalui gastrointestinal, terdistribusi melalui blood brain barrier, menghambat metabolisme enzim CYP2C9 dan CYP3A4 dan dapat diekskresikan melalui kulit. Beberapa senyawa bersifat toksik, tidak bersifat karsinogenik, dan tidak bersifat mutagenik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peningkatan prevalensi diabetes melitus memicu pencarian alternatif pengobatan berbahan alam yang minim efek samping dibandingkan obat sintetik. Salah satu tanaman yang berpotensi secara empiris adalah daun bayam duri (Amaranthus spinosus L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antidiabetes infusa daun bayam duri terhadap mencit jantan yang diinduksi hiperglikemia melalui pemberian dexamethasone. Metode penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan 25 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok: kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (glibenklamid), serta tiga kelompok perlakuan infusa daun bayam duri konsentrasi 15%, 25%, dan 35%. Kondisi hiperglikemia dicapai melalui induksi dexamethasone dan glukosa. Kadar glukosa darah diukur secara berkala pada hari ke-0, ke-7, dan ke-14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi infusa mampu menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan dibandingkan kontrol negatif. Efek penurunan glukosa darah meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi. Konsentrasi 35% (F4) ditemukan sebagai dosis paling optimal karena mampu menurunkan kadar glukosa hingga 31,5% (rerata akhir 101,0 mg/dL). Kesimpulannya, infusa daun bayam duri memiliki aktivitas antidiabetes yang signifikan pada model resistensi insulin
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Necrosis pulpa merupakan kondisi kematian jaringan pulpa akibat infeksi bakteri atau trauma yang menjadi salah satu kasus terbanyak di layanan kesehatan gigi. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional pada kondisi ini berisiko menimbulkan resistensi antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien necrosis pulpa di Klinik dr. Shalam Purbalingga tahun 2025. Metode yang digunakan adalah deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif melalui kajian rekam medis terhadap 100 pasien. Rasionalitas dievaluasi berdasarkan lima parameter WHO, yaitu tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, dan tepat cara pemberian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien didominasi perempuan (64%) dan kelompok usia dewasa 26–45 tahun (38%). Antibiotik yang paling banyak diresepkan adalah amoksisilin (88%), diikuti cefixime (8%), clindamycin (3%), dan metronidazole (1%). Evaluasi terhadap kelima parameter rasionalitas seluruhnya mencapai 100%, meliputi tepat pasien, tepat indikasi, tepat dosis, tepat obat, dan tepat cara pemberian. Disimpulkan bahwa penggunaan antibiotik pada pasien necrosis pulpa di Klinik dr. Shalam Purbalingga tahun 2025 telah memenuhi standar rasionalitas sesuai kriteria WHO, Formularium Nasional, dan pedoman ADA, serta mencerminkan penerapan prinsip antibiotic stewardship yang baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan mengevaluasi kadar vitamin C pada berbagai merek minuman yang mengklaim mengandung vitamin C yang beredar di minimarket daerah Ajibarang Kulon menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif-komparatif. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling sebanyak enam merek minuman yaitu Hemaviton C1000, You C1000, Oronamin C Drink, Adem Sari Vitamin C Herbal, Immunizer, dan Floridina. Analisis kualitatif dilakukan menggunakan pereaksi Benedict dan kromatografi lapis tipis (KLT), sedangkan analisis kuantitatif dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi amonium molibdat 5% pada panjang gelombang 570 nm. Hasil penelitian menunjukkan kadar vitamin C pada sampel A sebesar 0,062 mg/mL, sampel B sebesar 0,250 mg/mL, sampel C sebesar 9,625 mg/mL, sampel D sebesar 3,437 mg/mL, sampel E sebesar 9,250 mg/mL, dan sampel F sebesar 4,000 mg/mL. Hasil perbandingan dengan label menunjukkan adanya perbedaan kadar aktual dengan kadar yang dicantumkan pada kemasan produk. Metode spektrofotometri UV-Vis menunjukkan linearitas yang sangat baik dengan persamaan regresi y = 0,0126x + 0,0286 dan koefisien korelasi (R²) sebesar 0,9967.