ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Demam tifoid adalah infeksi sistemik yang terjadi khususnya pada anak- anak karena rentannya sistem imun serta organ masih berkembang dan belum sempurna. Demam tifoid menduduki urutan ke 4 dari 20 besar penyakit sub spesialis anak tahun 2022 dan ditemukannya penggunaan antibiotik yang melebihi dosis (overdose) di RSU Harapan Ibu Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi terapi penggunaan antibiotik yang digunakan pada pasien pediatrik serta mengevaluasi penggunaan antibiotik yang digunakan pada pasien demam tifoid ditinjau dari aspek tepat diagnosis, tepat pasien, tepat jenis antibiotik, tepat regimen dosis dan tepat lama pemberian (5T). Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengambilan data menggunakan data retrospektif (Rekam Medis) pasien pediatrik rawat inap RSU Harapan Ibu Purbalingga dengan 100 sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan klasifikasi jenis kelamin pasien laki-laki berjumlah 55 pasien sedangkan pasien perempuan berjumlah 45 pasien. Klasifikasi rentang umur 1-5 tahun memiliki jumlah paling banyak dengan persentase 41%. Antibiotik yang sering digunakan adalah golongan sefalosforin (72%) sedangkan untuk golongan antibiotik lain yang digunakan untuk demam tifoid pediatrik adalah golongan penicilin (28%). Berdasarkan analisis kerasionalan obat didapatkan bahwa persentase tepat diagnosis sebesar 100%, tepat pasien sebesar 100%, tepat jenis antibiotik sebesar 100%, tepat regimen dosis sebesar 84%, tepat lama pemberian sebesar 100%.
ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Untuk memberikan informasi kepada masyarakat terhadap penggunaan obat tradisional untuk penderita penyakit diabetes militus</p>
ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<div>
Memberikan informasi kepada masyarakat tentang manfaat daun sirsak sebagai pengobatan alternatif pada penderita asam urat. </div>
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Media sosial menjadi sumber informasi utama remaja dan berpengaruh terhadap keputusan kesehatan, termasuk penggunaan obat pelangsing tradisional. Informasi yang tidak selalu terverifikasi dapat membentuk pengetahuan dan perilaku konsumsi yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media sosial terhadap pengetahuan dan perilaku konsumsi obat pelangsing tradisional pada remaja di Desa Petarangan. Pengambilan data menggunakan kuisioner dengan metode penelitian purposive sampling dalam penentuan responden. Jenis penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Dari 32 responden menunjukan hasil tingkat pengetahuan baik (56,3%) dan perilaku konsumsi tinggi (56,3%) terhadap obat pelangsing tradisional. Pada paparan media sosial tinggi memiliki pengetahuan baik (76,5%) dan perilaku konsumsi tinggi (70,6%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara media sosial dengan pengetahuan (p = 0,018) dan perilaku konsumsi (p = 0,032) obat pelangsing tradisional. Kesimpulannya media sosial berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan perilaku konsumsi obat pelangsing tradisional, sehingga diperlukan edukasi kesehatan dan literasi digital pada remaja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Etnobotani merupakan penelitian yang mempelajari hubungan antara manusia dengan tumbuhan, khususnya dalam pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional. Pengetahuan tersebut umumnya diperoleh secara turun-temurun dan masih dimanfaatkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat di Desa Gondang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, dan mengetahui manfaatnya untuk pengobatan tradisional serta cara pengolahannya untuk pengobatan tradisional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data berupa observasi dan wawancara. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu masyarakat yang dianggap mengetahui dan memanfaatkan tumbuhan obat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel serta uraian. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pemanfaatan tumbuhan obat tradisional yang dimanfaatkan masyarakat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
pengelolaan obat yang efektif dan efisien sangat penting untuk menjamin ketersediaan obat dan mencegah kerugian akibat obat kedaluwarsa atau stok berlebih. penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi , kabupaten efektivitas dan efisiensi sistem perencanaan serta pengadaan obat di puskesmas watukumpul, kab. kabupaten pemalang. metode penelitian ini menggunakan deksriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. data primer diperoleh dari wawancara, sedangkan data sekunder meliputi data keuangan, kartu stok, dan faktur pengiriman obat tahun 2024. hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan obat di puskesmas watukumpul tergolong efektif dengan tingkat kesesuaian item obat pada fornas sebesar 75,97% dan tingkat penyimpangan perencanaan yang rendah 1,9%. pada aspek pengadaan, ketersediaan dana mencapai 86,72% dan alokasi dana sebesar 8,16%. selain itu, frekuensi pengadaan obat tercatat rendah (12x/tahun), tingkat kesalahan faktur sebesar 0%, dan akurasi pembayaran mencapai 100%. berdasarkan indikator ketersediaan dana 86,72%, pengelolaan obat di puskesmas watukumpul dinilai belum efisien karena belum mencapai standar maksimal 100% (Kemenkes RI,2019)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Etnobotani merupakan cabang ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan tumbuhan, khususnya pemanfaatan sumber daya tanaman dalam kehidupan masyarakat. Tanaman berkhasiat obat adalah tumbuhan yang digunakan sebagai bahan pengobatan, baik yang dibudidayakan maupun yang tumbuh liar, berdasarkan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun. Bagian tanaman yang dimanfaatkan meliputi akar, batang, biji, buah, bunga, daun, kulit batang, rimpang, umbi, serabut, serta seluruh bagian tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, khasiat, dan cara pengolahan tanaman berkhasiat obat yang digunakan dalam pengobatan tradisional oleh masyarakat Desa Serayu Larangan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 75 jenis tanaman berkhasiat obat yang dimanfaatkan masyarakat. Jahe merupakan tanaman yang paling banyak digunakan dengan persentase 26%. Jenis penyakit yang umum diobati meliputi batuk, asam lambung, diare, pegal-pegal, hipertensi, kolesterol, asam urat, gangguan buang air kecil, dan sakit perut, dengan persentase tertinggi yaitu pegal-pegal dengan prsentase 20%. Cara pengolahan dilakukan dengan berbagai metode seperti direbus, digeprek, diseduh, diparut, ditumbuk, dimakan langsung, diblender, dikeringkan, diperas, dioles, dan digunakan langsung. Metode yang paling sering digunakan adalah direbus dengan prsentase 58%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Media sosial menjadi sumber informasi utama remaja dan berpengaruh terhadap keputusan kesehatan, termasuk penggunaan obat pelangsing tradisional. Informasi yang tidak selalu terverifikasi dapat membentuk pengetahuan dan perilaku konsumsi yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media sosial terhadap pengetahuan dan perilaku konsumsi obat pelangsing tradisional pada remaja di Desa Petarangan. Pengambilan data menggunakan kuisioner dengan metode penelitian purposive sampling dalam penentuan responden. Jenis penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Dari 32 responden menunjukan hasil tingkat pengetahuan baik (56,3%) dan perilaku konsumsi tinggi (56,3%) terhadap obat pelangsing tradisional. Pada paparan media sosial tinggi memiliki pengetahuan baik (76,5%) dan perilaku konsumsi tinggi (70,6%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara media sosial dengan pengetahuan (p = 0,018) dan perilaku konsumsi (p = 0,032) obat pelangsing tradisional. Kesimpulannya media sosial berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan perilaku konsumsi obat pelangsing tradisional, sehingga diperlukan edukasi kesehatan dan literasi digital pada remaja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Waktu pelayanan adalah salah satu faktor penilaian efektifitas organisasi yang meliputi ketepatan waktu dan kecepatan waktu. Suatu pelayanan farmasi dianggap baik jika waktu yang dibutuhkan dari penyerahan resep oleh pasien hingga pasien menerima obat dan informasi tentang obat tersebut diukur dengan waktu dan kegiatan kefarmasian dilakukan sesuai prosedur tetap yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran Waktu Tunggu Pelayanan Resep Di Klinik Pratama Bina Husada berdasarkan Bukti Nyata Ketanggapan (Responsivesess), Jaminan (Assurance), Empati (Emphaty) dan Kehandalan (Realibility). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. jumlah presentase resep non racikan sebesar 30% dari 15 resep dan presentase resep non racikan yang tidak sesuai sebesar 70% dari 35 resep. Sedangkan untuk semua resep racikan yang sesuai 28% dari 56 resep dan yang tidak sesuai 44% dari 22%. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purpossive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan populasi penelitian sampel resep yang diambil pada bulan Januari-Juni Tahun 2025 sebanyak 19.059 dengan sampel yang dibutuhkan adalah 100 dari jumlah resep antara resep racikan dan non racikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DI DESA SUMINGKIR, KECAMATAN JERUK LEGI, KABUPATEN CILACAP ASIH IRAWAN ABSTRAK Obat herbal merupakan salah satu bentuk pengobatan tradisional yang telah secara turun – temurun dan kini mulai mendapat dukungan penelitian ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan obat herbal di Desa Sumingkir, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini dilakukan pada Juli – Agustus 2025 menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling, melibatkan 100 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang telah diadaptasi dari penelitian sebelumnya dan dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel . Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden terhadap obat herbal berada pada kategori tinggi 83%, sedang (15%), dan rendah (2%). Tingkat kepercayaan responden terhadap obat herbal juga tegolong tinggi (83%), sedang (6%), dan rendah (11%). Mayoritas responden pernah menggunakan obat herbal (99%) dengan alasan utama meningkatkan daya tahan tubuh atau kesehatan, dan sebagian besar mengetahui informasi obat herbal dari media sosial .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DI DESA SUMINGKIR, KECAMATAN JERUK LEGI, KABUPATEN CILACAP ASIH IRAWAN ABSTRAK Obat herbal merupakan salah satu bentuk pengobatan tradisional yang telah secara turun – temurun dan kini mulai mendapat dukungan penelitian ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan obat herbal di Desa Sumingkir, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini dilakukan pada Juli – Agustus 2025 menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling, melibatkan 100 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang telah diadaptasi dari penelitian sebelumnya dan dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel . Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden terhadap obat herbal berada pada kategori tinggi 83%, sedang (15%), dan rendah (2%). Tingkat kepercayaan responden terhadap obat herbal juga tegolong tinggi (83%), sedang (6%), dan rendah (11%). Mayoritas responden pernah menggunakan obat herbal (99%) dengan alasan utama meningkatkan daya tahan tubuh atau kesehatan, dan sebagian besar mengetahui informasi obat herbal dari media sosial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyimpanan merupakan salah satu faktor utama dalam pemeliharaan mutu obat dengan penyimpanan yang tepat dan sesuai standar, jika hal tersebut tidak dilakukan dapat menyebabkan mutu obat tidak terjamin selama penyimpanan obat di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk bagaimana kesesuaian sistem perbekalan pada penyimpanan obat di Apotek Waluyo Purwokerto dengan Permenkes RI Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standra Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Metode penelitian menggunakan observasional yang bersifat deskriptif dan evaluasi menggunakan lembar tabel cheklist. Penyimpanan obat di Apotek Waluyo Purwokerto disimpan berdasarkan bentuk sediaan, kelas terapi, stabilitas dan secara alfabetis dengan sistem pengeluaran menggunakan sistem FEFO. Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat kesesuaian dalam sistem penyimpanan obat di Apotek Waluyo Purwokerto dengan Standar Pelayanan Kerfarmasian di Apotek sesuai dengan Permenkes Nomor 73 Tahun 2016. Sistem penyimpanan Obat di Apotek Waluyo sudah sesuai dengan SOP di Apotek dan Srandar Pelayanan Kefarmasian di Apotek.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Waktu pelayanan adalah salah satu faktor penilaian efektifitas organisasi yang meliputi ketepatan waktu dan kecepatan waktu. Suatu pelayanan farmasi dianggap baik jika waktu yang dibutuhkan dari penyerahan resep oleh pasien hingga pasien menerima obat dan informasi tentang obat tersebut diukur dengan waktu dan kegiatan kefarmasian dilakukan sesuai prosedur tetap yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran Waktu Tunggu Pelayanan Resep Di Klinik Pratama Bina Husada berdasarkan Bukti Nyata Ketanggapan (Responsivesess), Jaminan (Assurance), Empati (Emphaty) dan Kehandalan (Realibility). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. jumlah presentase resep non racikan sebesar 30% dari 15 resep dan presentase resep non racikan yang tidak sesuai sebesar 70% dari 35 resep. Sedangkan untuk semua resep racikan yang sesuai 28% dari 56 resep dan yang tidak sesuai 44% dari 22%. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purpossive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan populasi penelitian sampel resep yang diambil pada bulan Januari-Juni Tahun 2025 sebanyak 19.059 dengan sampel yang dibutuhkan adalah 100 dari jumlah resep antara resep racikan dan non racikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pharmaceutical services in hospitals are an inseparable part of the hospital health service system which is oriented towards patient service, providing quality and affordable pharmaceutical preparations, medical devices and consumable medical materials for all levels of society, including pharmaceutical services. One of the most important aspects in pharmaceutical logistics management is the storage function. Good storage of pharmaceutical preparations must meet the requirements in accordance with the Standard regulations of the Republic of Indonesia Minister of Health No. 72 of 2016. The aim of this research is to determine the standards of the drug storage system in the Inpatient Pharmacy Installation at Wiradadi Husada Hospital Banyumas based on the Republic of Indonesia Minister of Health Regulation No. 72 of 2016. This type of research is non-analytic, observational descriptive research with prospective data collection by conducting data collection and interviews through direct observation of the storage system. The samples in this study were all drug items in the Inpatient Pharmacy Installation at Wiradadi Husada Hospital, Banyumas. The results of this study show that 80% of the drug storage standards are in good condition, 100% of the storage component standards are in the appropriate category, 80% of the storage method standards are in the good category, 100% of the drug storage at room temperature is in the appropriate category, cold temperature drug storage 100% is in the appropriate category, 100% of narcotic and psychotropic drug storage is in the appropriate category, 82% of LASA drug storage is in the good category, and 54% of high alert medication storage is in the not in accordance with RI Minister of Health Regulation No. 72 of 2016 concerning Pharmaceutical Service Standards in Hospitals. Keywords: Evaluation, Medicine Storage, Pharmacy Installation, Hospital
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
penyimpanan merupakan suatu kegiatan dan memelihara dengan cara menempatkan obat-obatan yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari pencurian serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu obat (permenkes 73 tahun 2016). Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pada penyimpanan obat adalah bagaimana obat-obatan dapat dikelola dengan baik. Pada penyimpanan obat sangatlah penting dan harus memperhatikan kondisi, sanitasi, temperatur sinar/cahaya, kelembaban, ventilasi, pemisahan untuk menjamin mutu produk dan keamanan petugas. Keamanan penyimpanan obat juga merupakan faktor penting. Penyimpanan yang tidak tepat dan tidak efisien dapat membuat obat cepat rusak dan tidak terdeteksinya obat yang kadaluwarsa sehingga akan berdampak negatif pada apotek juga pada pasien. Dengan demikian, pada penentuan penyimpanan obat yang harus ditetapkan serta diselaraskan dengan keadaan yang sesungguhnya agar pelayanan obat dapat dilakukan dengan tepat guna serta hasil guna
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kajian Peresepan Obat Pada Pasien Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam di Rumah Sakit Ananda Purwokerto Periode Januari-Desember 2023. Kajian aspek administrasi, farmasetis dan klinis menggunakan accidental sampling
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Etnobotani merupakan ilmu yang mempelajari tentang tanaman dan interaksi antara manusia dan sumber daya tanaman yang digunakan oleh manusia. Tanaman berkhasiat obat merupakan tanaman yang digunakan untuk obat, baik yang ditanam secara langsung maupun secara liar berdasarkan pengalaman dengan bagian-bagian tanaman yang dapat digunakan antara lain akar, batang, biji, buah, bunga, daun, kulit, rimpang, seluruh bagian, dan umbi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah dari tanaman yang digunakan, khasiat dari tanaman, dan cara pengolahan tanaman berkhasiat obat oleh masyarakat Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah metode Observasi dan wawancara dengan mendiskripsikan hasil pengamatan tentang pemanfaatan tanaman berkhasiat obat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 101 jenis tanaman berkhasiat obat yang digunakan oleh masyarakat. Bagian tanaman yang sering digunakan adalah rimpang 36,28%. Jenis penyakit banyak dijumpai oleh masyarakat diantaranya batuk, maag, menghangatkan badan, demam, diare, pegal-pegal, hipertensi. Pengolahan tanaman yang sering dilakukan adalah direbus 56,64%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kajian Peresepan Obat Pada Pasien Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam di Rumah Sakit Ananda Purwokerto Periode Januari-Desember 2023. Kajian aspek administrasi, farmasetis dan klinis menggunakan accidental sampling
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi Etnobotani Tanaman Berkhasiat Obat Untuk Pengobatan Tradisional di Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan