Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

117 hasil
Open Access
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT MENGGUNAKAN METODE ABC-VEN DAN REORDER POINT (ROP) DI PUSKESMAS BELIK KABUPATEN PEMALANG TAHUN 2023

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif oleh pemerintah, pemerintah daerah maupun masyarakat. Sistem perencanaan dan pengadaan obat adalah faktor penentu ketersediaan obat dan penentuan anggaran yang dibutuhkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses perencanaan dan pengadaan obat menggunakan metode kombinasi ABC-VEN di Puskesmas Belik Kabupaten Pemalang. Jenis penelitian ini merupakan analisa deskriptif menggunakan rancangan studi kasus retrospektif dengan pengumpulan data bulan Januari-Desember tahun 2023 dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa setelah dianalisa dengan metode kombinasi ABC-VEN diperoleh kelompok obat AV sebanyak 1 item (0,29%) dengan biaya pemakaian Rp. 4.662.000, AE 45 item (12,86%) biaya pemakaian Rp. 271.578.813, AN 7 item (2,00%) biaya pemakaian Rp. 65.272.502, BV 7 item (2,00%) biaya pemakaian Rp. 7.825.526, BE 53 item (15,14%) biaya pemakaian Rp. 70.352.382, BN 11 item (3,14%) dengan pemakaian biaya Rp. 15.283.936, CV 19 item (5,43%) dengan biaya pemakaian Rp. 3.687.488, CE 194 item (55,43%) dengan biaya pemakaian Rp. 42.690.036 dan CN 13 item (3,71%) dengan biaya pemakaian Rp. 2.779.589. Obat pada kelompok AN, BN, CN (kelompok Tambahan) menjadi prioritas utama untuk dikurangi, AE, BE, CE (kelompok Utama) prioritas kedua dan AV, BV, CV (kelompok Prioritas) merupakan kelompok penting dan harus selalu tersedia.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Penggunaan Obat Pada Pasien Skizofrenia Paranoid Di Rawat Inap RSI Banjarnegara Tahun 2024

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skizofrenia paranoid merupakan jenis skizofrenia yang paling umum terjadi, di mana beberapa gejala utamanya adalah delusi dan halusinasi terhadap ketakutan tertentu. Terapi utama yang diberikan kepada pasien skizofrenia adalah antipsikotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat pada pasien Skizofrenia Paranoid di Rawat Inap RSI Banjarnegara dengan ketetapan 5T yaitu tepat diagnosis, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, dan tepat lama pemberian terhadap 75 pasien. Jenis penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan mengumpulkan data berupa rekam medis pasien Skizofrenia Paranoid di Rawat Inap RSI Banjarnegara Tahun 2024. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, penggunaan obat pada pasien Skizofrenia Paranoid adalah Risperidone 2 mg sebanyak 31 pasien (41,3%), dan kemudian di ikuti dengan penggunaan Clozapine 25 mg sebanyak 20 pasien (26,7%) dan obat kombinasi yang banyak digunakan adalah kombinasi Risperidone 2 mg dan Clozapine 25 mg sebanyak 7 pasien (9,3%). Evaluasi penggunaan obat pada pasien skizofrenia paranoid yaitu 100% tepat diagnosis, 100% tepat pasien, 100% tepat obat, 100% tepat dosis, dan 100% tepat lama pemberian.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN KOMPLIKASI GAGAL GINJAL KRONIK DI RAWAT INAP RSI BANJARNEGARA TAHUN 2024

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi menurut Joint National Committee on Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure, JNC VIII, adalah suatu kondisi dimana tekanan darah lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg. Hipertensi juga memiliki kaitan erat dengan kesehatan ginjal. Hipertensi merupakan faktor pemicu utama terjadi gagal ginjal. Sebaliknya, saat fungsi ginjal mengalami gangguan maka tekanan darah pun akan meningkat dan dapat menimbulkan hipertensi. Hubungan yang kuat antara penyakit ginjal dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi, masing-masing dapat menyebabkan atau memperburuk kondisi satu dengan yang lainya, sehingga tujuan dari penggunaan antihipertensi adalah untuk mengontrol tekanan darah sehingga perkembangan penyakit gagal ginjal bisa diperlambat dan mencegah timbulnya penyakit komplikasi baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antihipertensi dan kesesuaian penggunaan antihipertensi dengan Panduan Praktik Klinis RSI Banjarnegara Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pengambilan data masa lampau tahun 2024.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 pasien yang sesuai dengan kriteria inklusi. Data penggunaan antihipertensi dan data kunjungan rawat inap diperoleh dari Instalasi Rekam Medik. Semua data tersebut kemudian dianalisis dengan membandingkan penggunaan antihipertensi pada pasien rawat inap dengan Panduan Praktik Klinis FORMULARIUM RSI Banjarnegara dan guidline PERNEFRI, KDIGO, sebagai referensi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan antihipetensi pada pasien hipertensi dengan komplikasi gagal ginjal kronik berdasarkan metode 5 T adalah tepat diagnosis 100%, tepat pasien 100%,tepat obat 100%, tepat dosis 100%, tepat interval waktu pemberian 100%.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tingkat Pengetahuan dan Sikap Siswi SMK Kartek 2 Jatilawang Terhadap Penggunaan Kosmetik Krim Pemutih Wajah

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan kosmetik, khususnya krim pemutih wajah, di kalangan remaja semakin meningkat. Pada desember 2023 BPOM telah mencatat beberapa produk pemutih wajah yang dinyatakan mengandung bahan berbahaya, hal ini menimbulkan potensi risiko kesehatan pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap siswi SMK Kartek 2 Jatilawang kelas X, XI, dan XII terkait penggunaan krim pemutih wajah. Pengambilan data menggunakan kuisioner dengan metode penelitian accidental sampling dalam penentuan responden. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Dari 94 responden menunjukkan hasil tingkat pengetahuan siswi mengenai krim pemutih wajah didapati kategori baik, dengan persentase total 87%. Namun, sikap siswi dalam penggunaan krim pemutih wajah menunjukkan kategori kurang tepat, dengan persentase total 66% dari 94 responden. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun siswi memiliki pengetahuan yang baik terkait penggunaan krim pemutih wajah, namun sikap dan penerapan dalam penggunaannya sehari-hari masih kurang tepat. Sehingga banyak siswi yang mengalami masalah kulit, seperti jerawat dan beruntusan setelah menggunakan krim pemutih wajah yang tidak aman. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan edukasi dan pemahaman lebih lanjut mengenai penggunaan produk perawatan kulit yang aman dan efektif.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Lip Cream Ekstrak Etanol Kulit Melinjo (Gnetum gnemon L.) Sebagai Pewarna Alami

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Lip cream merupakan sediaan semi padat yang banyak diminati karena dapat melembapkan dengan warna merata. Pewarna alami yang dapat dijadikan sebagai lip cream adalah kulit melinjo. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ekstrak etanol kulit melinjo (Gnetum gnemon L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan lip cream sebagai pewarna alami dan mengetahui formulasi manakah yang paling baik untuk dijadikan sebagai sediaan lip cream. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan di Universitas Jenderal Soedirman untuk uji determinasi dan Laboratorium Farmasetika STIKes Ibnu Sina Ajibarang untuk formulasi serta pengujian. Sediaan lip cream dibuat dengan variasi konsentrasi (FO-0%; F15%; F2=10%; F3-15%), dilakukan uji stabilitas cycling test melalui parameter uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, daya oles, iritasi, dan kesukaan. Analisis data menggunakan One Way Anova, Dependent T Test, dan Independent T Test. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit melinjo dapat diformulasikan menjadi sediaan lip cream sebagai pewarna alami, stabil pada uji daya sebar dan daya lekat dengan nilai signifikansi (p>0.05) namun tidak stabil pada uji pH dengan nilai signifikansi (p<0.05). Semua formulasi memenuhi standar dengan nilai signifikansi (p>0.05). Formulasi sediaan lip cream yang paling baik F1 (5%), didasarkan pada uji kesukaan dengan persentase sangat suka 24% dan suka 68%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN SANTRI TERHADAP SWAMEDIKASI PENANGANAN SCABIES (Sarcoptes scabiei) DI PONDOK PESANTREN SUNAN KALIJAGA KECAMATAN GANDRUNGMANGU KABUPATEN CILACAP PADA TAHUN 2025

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Scabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh penularan tungau Sarcoptes scabiei dan sering terjadi dilingkungan pondok pesantren karena memang tinggal secara bersamaan dalm satu tempat dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga resiko penularan mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pendidikan santri di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap mempengaruhi tingkat pengetahuan tentang swamedikasi dalam penanganan penyakit scabies dan mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan santri terhadap perilaku swamedikasi dalam penanganan scabies Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, data dikumpulkan dari 83 santri dengan tingkat pendidikan SMA kelas 10, 11, dan 12. Analisis data menggunakan SPSS 26 dengan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik pendidikan santri di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan santri mengenai swamedikasi dalam penanganan penyakit scabies, yang menunjukan bahwa tingkat pengetahuan tergolong baik dengan nilai rata-rata 73,33% dan swamedikasi yang tergolong baik dengan rata-rata 84,50% data diperkuat dengan hasil uji stastistik menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan santri dengan perilaku swamedikasi dalam penanganan scabies (p-value = 0,000). Dengan demikian, peningkatan pengatahuan santri terhadap scabies sangat penting untuk mendorong perilaku swamedikasi yang tepat dan mencegah penyebaran penyakit scabies di lingkungan pesantren.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

1. UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN KRIME TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL DAUN GAMAL (Gliricidia sepium (Jacq.)kunth)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Krim SPF merupakan salah satu sediaan setengah padat yang dimaksudkan untuk pemakaian luar yang pemakaiannya dengan cara dioleskan pada bagian kulit utuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas fisik sediaan krim tabir surya yang mengandung ekstrak etanol daun Gamal selama penyimpanan. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan variasi konsentrasi (F1=0gram; F2=0,05gram; F3=0,10gram; F4=0,15gram). Parameter yang diamati yaitu uji stabilitas sifat fisik krim. Pada uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji daya lekat menunjukan hasil yang sesuai dengan persyaratan. Analisis data menggunakan SPSS 27 menggunakan uji normalitas, homogenitas, paired T-Test dan Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap formulasi berbentuk semi padat dan homogen, F1 putih, F2 dan F3 tetap berwarna kuning menunjukan sediaan tetap stabil selama penyimpanan dan memenuhi persyaratan uji stabilitas Cycling test, namun F4 berubah warna setelah dilakukan uji stabilitas menjadi kuning pekat karna mengandung konsentrasi ekstrak yang paling tinggi sehingga perubahan warna sangat terlihat, dari hasil Uji pH, daya sebar, daya lekat tidak mengalami perubahan secara signifikan dan memenui persyaratan stabilitas fisik dengan uji Cycling test.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70% dan 96% Daun Buncis (phselous vulgaris L.) Terhadap Staphylococcus Aureus

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti virus, bakteri, dan parasit. Persentase infeksi nosokomial di Indonesia yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus sebesar 21,7%. Penemuan senyawa antibiotik baru dari bahan alam seperti daun buncis (Phaseolus vulgaris L.) menjadi salah satu alternatif pengobatan yang dapat digunakan sebagai terapi tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol 70% dan 96% daun buncis (Phaseolus vulgaris L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan memiliki perbedaan yang signifikan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Farmakognosi dan Mikrobiologi Stikes Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksperimental, menggunakan metode sumuran untuk uji aktivitas antibakteri dengan perbedaan pelarut (F0=kontrol negatif (DMSO 10%); F1=ekstrak etanol 70%; F2=ekstrak etanol 96%, dan F3=kontrol positif). Analis data menggunakan uji One Way ANOVA, uji non parametrik Kruskal wallis dan Maan Whitney. Hasil pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% dan 96% daun buncis menunjukkan zona hambat secara berturut-turut adalah 6.59 mm dan 7.07 mm dengan kategori sedang terhadap Staphylococcus aureus. Hasil analisis menunjukkan ekstrak etanol 70% dan 96% tidak memiliki perbedaan yang signifikan terhadap aktivitas antibakteri dengan nilai signifikan 0.827 (p>0.05). Ekstrak etanol 70% dan 96% daun buncis memiliki aktivitas antibakteri namun tidak memiliki perbedaan yang signifikan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI MOLECULAR DOCKING DAN ADME-T TURUNAN FLAVONOID SERTA ALKALOID DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP RESEPTOR DPP-IV SEBAGAI ANTIDIABETIK

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes merupakan penyakit degeneratif yang ditandai dengan hiperglikemia. Pengobatan DM tipe II biasanya menggunakan obat-obat sintesis dengan berbagai efek samping. Obat penghambat enzim Dipeptidyl Peptidase IV (DPP-IV) belum banyak dikaji dan potensial dalam hipoglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji senyawa turunan flavonoid dan alkaloid daun pepaya dalam menghambat enzim DPP-IV melalui molecular docking dan mengetahui profil ADME-T. Tempat penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental deskripif. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua senyawa turunan flavonoid daun pepaya yaitu epimedin, eupatolitin, methyl ophiopogonone b, bavachin, norcimifugin dengan nilai ΔG berturut-turut dalam kkal/mol sebesar -129.14; -104.82; -98.5; - 98.92; -95 berpontensi sebagai antidiabetik. Kemudian senyawa turunan alkaloid daun pepaya yaitu peimisine, 1-carbomethoxy-β-carboline, dicentrine, codonopsine, carpaine dengan nilai ΔG berturut-turut dalam kkal/mol sebesar - 102.88; -86.67; -85.84; -85.7; -85.1 berpontensi sebagai antidiabetik. Analisis ADME-T dari senyawa turunan flavonoid dan alkaloid daun pepaya menunjukan mayoritas senyawa terabsorbsi melalui gastrointestinal, terdistribusi melalui blood brain barrier, termetabolisme dengan bantuan enzim CYP450, dan dapat diekskresikan oleh tubuh. Beberapa senyawa bersifat toksik, tidak bersifat karsinogenik, dan tidak bersifat mutagenik.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN KAKAO MUDA DAN KAKAO TUA (Theobroma Cacao L.) DENGAN METODE FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Antioksidan adalah senyawa yang dapat digunakan untuk menangkal radikal bebas. Daun kakao muda dan daun kakao tua digunakan dalam penelitian perbandingan ini karena pada daun tersebut memiliki kandungan polifenol yang berbeda yaitu pada daun kakao muda memiliki kandungan polifenol sebesar 19,0% dan pada daun kakao tua kandungan polifenolnya sebesar 28,4%. Perbedaan kandungan polifenol tersebut juga berpengaruh pada aktivtas antioksidannya. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah antara daun kakao muda dan daun kakao tua memiliki perbedaan aktivitas antioksidan yang signifikan atau tidak serta untuk mengetahui perbedaan nilai IC₅₀ pada daun kakao muda dan daun kakao tua. Metode yang digunakan yaitu metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant). Metode FRAP digunakan untuk menunjukkan reaksi transfer elektron dari antioksidan ke senyawa Feᵌ⁺-TPTZ. Konsentrasi ekstrak daun kakao muda dan daun kakao tua yang digunakan yaitu 20, 40, 60, 80, dan 100 ppm. Pengujian aktivitas antioksidan ini dilakukan dengan menggunakan spektrovotometri Uv-Vis dengan panjang gelombang maksimum yang didapat yaitu 592 nm. Uji aktivitas antioksidan pada ekstrak daun kakao muda dan daun kakao tua menghasilkan nilai IC₅₀ berurutan sebesar 79,415 ppm dan 26,458 ppm dengan kategori kuat dan sangat kuat.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN UJI KRIM SPF TABIR SURYA FRAKSI BUTANOL EKSTRAK ETANOL DAUN GAMAL (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tabir surya adalah suatu sediaan yang terdapat senyawa kimia didalamnya yang dapat menyerap atau memantulkan sinar UV yang mengenai kulit sehingga bisa digunakan untuk melindungi fungsi dan struktur kulit manusia dari dampak negatif sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fraksi butanol dari ekstrak etanol daun gamal dapat diformulasikan sebagai krim dan mengetahui aktifitas krim tabir surya fraksi butanol ekstrak etanol daun gamal. Penelitian ini dilakukan di laboratorium STIKes Ibnu Sina Ajibarang pada bulan Juni sampai Juli 2024. Jenis penelitian ini yaitu eksperimental dengan variasi konsentrasi fraksi butanol ekstrak etanol daun gamal (F1=0gram; F2=0,05gram; F3=0,10gram; F4=0,15gram). Parameter yang diamati meliputi uji sifat fisik krim dan uji nilai SPF. Pada ujii organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji daya lekat menunjukkan hasil yang sesuai persyaratan. Hasil pada uji nilai SPF menunjukkan bahwa F4 memperoleh nilai SPF sebesar 10,68 yang berarti memiliki proteksi paling tinggi yaitu maksimum pada penelitian ini. Kemudian analisis data menggunakan One Way ANOVA, dengan menguji normalitas dan homogenitas sebagai prasyarat dalam uji ini dengan hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar kelompok uji (p value 0,05).

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail