Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

56 hasil
Subjek: .
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA KASUS DEMAM TIFOID PASIEN PEDIATRIK DI INSTALASI RAWAT INAP RSU HARAPAN IBU PURBALINGGA TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Demam tifoid adalah infeksi sistemik yang terjadi khususnya pada anak- anak karena rentannya sistem imun serta organ masih berkembang dan belum sempurna. Demam tifoid menduduki urutan ke 4 dari 20 besar penyakit sub spesialis anak tahun 2022 dan ditemukannya penggunaan antibiotik yang melebihi dosis (overdose) di RSU Harapan Ibu Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi terapi penggunaan antibiotik yang digunakan pada pasien pediatrik serta mengevaluasi penggunaan antibiotik yang digunakan pada pasien demam tifoid ditinjau dari aspek tepat diagnosis, tepat pasien, tepat jenis antibiotik, tepat regimen dosis dan tepat lama pemberian (5T). Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengambilan data menggunakan data retrospektif (Rekam Medis) pasien pediatrik rawat inap RSU Harapan Ibu Purbalingga dengan 100 sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan klasifikasi jenis kelamin pasien laki-laki berjumlah 55 pasien sedangkan pasien perempuan berjumlah 45 pasien. Klasifikasi rentang umur 1-5 tahun memiliki jumlah paling banyak dengan persentase 41%. Antibiotik yang sering digunakan adalah golongan sefalosforin (72%) sedangkan untuk golongan antibiotik lain yang digunakan untuk demam tifoid pediatrik adalah golongan penicilin (28%). Berdasarkan analisis kerasionalan obat didapatkan bahwa persentase tepat diagnosis sebesar 100%, tepat pasien sebesar 100%, tepat jenis antibiotik sebesar 100%, tepat regimen dosis sebesar 84%, tepat lama pemberian sebesar 100%.

79 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Formulasi Krim Ekstrak Etanol 70% Daun Buncis (Phaseolus vulgaris L) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus

2026•Koleksi Perpustakaan

Krim merupakan sediaan semisolid berupa emulsi kental yang mengandung air tidak lebih dari 60% dan ditujukan untuk pemakaian luar. Daun buncis mengandung senyawa flavonoid, tannin dan tripenoid yang dapat digunakan sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol 70% daun buncis dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dan untuk mengetahui apakah terdapat aktivitas antibakteri pada sediaan krim ekstrak etanol 70% daun buncis. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Mikrobiologi, Kimia dan Teknologi Farmasi Universitas Ibnu Sina Ajibaranang. Jenis penelitian merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan metode difusi sumuran pada uji aktivitas antibakteri dan diuji sifat fisik sediaan yaitu uji organoleptik, pemeriksaan pH, daya sebar, daya lekat, viskositas. Analisis data pada penelitian ini menggunakan SPSS 27 pada uji one way anova dan uji T tidak Berpasangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak etanol 70% daun buncis tidak dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan krim pada semua perlakukan (F1, F2 dan F3), hal ini disebabkan karena uji daya sebar tidak memenuhi persyaratan yang baik pada sediaan krim dan memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter F1 1,63mm±0,84mm, F2 3,08mm±1,35mm dan F3 1,8±0,66mm yang termasuk dalam kategori lemah. Hasil analisis menunjukan bahwa krim ekstrak etanol daun buncis memiliki perbedaan siginifikan sebesar nilai signifikan <0.001(p<0,05)

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK BANJARAN TAHUN 2026

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pergeseran paradigma pelayanan kefarmasian menjadi berorientasi pada pasien (patient-oriented) serta semakin ketatnya persaingan usaha apotek di Kecamatan Salem menuntut Apotek Banjaran untuk mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Banjaran Tahun 2026 berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangible. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 94 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien secara keseluruhan berada pada kategori sangat puas dengan rata-rata indeks kepuasan kumulatif sebesar 85,15%. Berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, dimensi reliability (kehandalan) memperoleh indeks kepuasan sebesar 85,31%, dimensi responsiveness (daya tanggap) sebesar 84,74%, dimensi assurance (jaminan) sebesar 87,02%, dimensi empathy (empati) sebesar 84,05%, dan dimensi tangible (bukti langsung) sebesar 83,62%. Dimensi assurance merupakan dimensi dengan tingkat kepuasan tertinggi, sedangkan dimensi tangible merupakan dimensi dengan tingkat kepuasan terendah. Rendahnya kepuasan pada dimensi tangible terutama berkaitan dengan keterbatasan ketersediaan stok obat dan fasilitas fisik yang masih perlu ditingkatkan. Secara keseluruhan, pelayanan kefarmasian di Apotek Banjaran telah memenuhi harapan pasien dengan kategori sangat puas. Namun, peningkatan pengelolaan ketersediaan stok obat serta perbaikan dan pemeliharaan fasilitas fisik perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BATANG BANGLE (Zingiber montanum) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat menyebabkan berbagai jenis infeksi pada manusia. Penggunaan antibakteri secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi, sehingga diperlukan sumber antibakteri alami yang berpotensi digunakan sebagai alternatif. Bangle (Zingiber montanum (J.Koenig) Link ex A.Dietr.) merupakan salah satu tanaman yang secara empiris telah digunakan dalam pengobatan tradisional dan diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder serta aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% batang bangle (Zingiber montanum) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang meliputi proses ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, skrining fitokimia, dan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Konsentrasi ekstrak etanol batang bangle yang digunakan dalam pengujian antibakteri yaitu 40%, 50%, dan 60%, dengan aquadest sebagai kontrol negatif. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% batang bangle mengandung senyawa metabolit sekunder berupa senyawa saponin, tanin, flavonoid, dan alkaloid. Hasil pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% batang bangle pada konsentrasi 40%, 50%, dan 60% menunjukan adanya aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, dengan hasil zona hambat masing-masing sebesar 17,79 mm, 26,82 mm, dan 23,52 mm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 70% batang bangle memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus pada konsentrasi yang diuji.

37 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA EKSTRAK ETANOL CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) SECARA IN VIVO

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peningkatan prevalensi hiperurisemia mendorong pencarian alternatif pengobatan berbahan alam yang memiliki efek samping lebih rendah dibandingkan obat sintetik. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai agen antihiperurisemia adalah cabai merah (Capsicum annuum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas athiperurisemia ekstrak etanol cabai merah terhadap penurunan kadar asam urat darah pada mencit jantan (Mus musculus) yang diinduksi kalium oksonat. Penelitian ini dilakukan di laboratorium universitas ibnu sina ajibarang menggunakan 20 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (allopurinol), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak etanol cabai merah dosis 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, dan 600 mg/kgBB. Hiperurisemia diinduksi menggunakan kalium oksonat. Pengukuran kadar asam urat dilakukan pada hari ke-0, hari ke-14, hari ke-21, dan hari ke-28. Kemudian dianalisi menggunakan One-Way ANOVA dengan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelompok perlakuan ekstrak mampu menurunkan kadar asam urat dibandingkan kontrol negatif. Dosis 600 mg/kgBB memberikan persentase penurunan kadar asam urat tertinggi di antara kelompok ekstrak, yaitu sebesar 4,25 mg/dL pada hari ke 28. Meskipun uji ANOVA menunjukan tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan. Kesimpulanya,ekstrak etanol cabai merah (Capsicum annuum L.) memiliki potensi sebagai agen antihiperurisemia pada mencit jantan (Mus musculus).

65 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN UJI STABILITAS KRIM EKSTRAK ETANOL 96% DAUN KUCAI ( ALLIUM TUBEROSUM ROTTL EX SPRENG)

2026•Koleksi Perpustakaan

Daun kucai (Allium tuberosum) kaya akan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, tanin, saponin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai bahan aktif topikal. Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui apakah ekstrak etanol 96% daun kucai dapat diformulasikan menjadi sediaan krim serta menentukan konsentrasi ekstrak yang paling stabil dan memiliki sifat fisik terbaik. Penelitian dilakukan di laboratorium teknologi sediaan farmasi dan laboratorium farmasetika Universitas Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan membuat beberapa formulasi krim Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstraksi daun kucai dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Sediaan krim tipe minyak dalam air (M/A) dibuat dalam empat formulasi konsentrasi ekstrak, yaitu F0 (0%), F1 (1%), F2 (3%), dan F3 (5%). Evaluasi sifat fisik krim meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, tipe krim, uji iritasi, serta uji stabilitas dipercepat (cycling test) selama 6 siklus. Analisis data pada penelitian ini menggunakan SPSS 25 meliputi uji T tidak berpasangan, uji mann-whitney dan uji T berpasangan. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun kucai dapat diformulasikan menjadi sediaan krim. Formula 3 (F3) dengan konsentrasi ekstrak 5% merupakan formulasi terbaik dan paling stabil berdasarkan keseluruhan hasil evaluasi sifat fisik.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL EKSTRAK ETANOL DAUN PAKIS SAYUR (Diplazium esculentum (Retz.) Swartz) PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) SECARA IN VIVO

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peningkatan prevalensi hiperkolesterolemia mendorong pencarian alternatif pengobatan berbahan alam dengan efek samping lebih rendah dibandingkan obat sintetik. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah daun pakis sayur (Diplazium esculentum (Retz.) Swartz). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun pakis sayur memiliki efek terhadap kadar kolesterol total dan dosis berapa yang paling baik dalam menurunkan kadar kolesterol total pada mencit jantan. Penelitian eksperimental ini dilakukan di Laboratorium Farmakologi Universitas Ibnu Sina Ajibarang menggunakan 25 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (Na-CMC), kontrol positif (simvastatin), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak etanol daun pakis sayur dosis 14 mg, 28 mg, dan 56 mg. Hiperkolesterolemia diinduksi dengan propiltiourasil (PTU) dan kuning telur puyuh. Kadar kolesterol total diukur pada hari ke-0, ke-14, ke-21, dan ke-28, dan dianalisis dengan One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua dosis ekstrak etanol daun pakis sayur menurunkan kadar kolesterol total. Dosis ekstrak etanol pakis sayur 56 mg (F4) merupakan dosis paling baik menurunkan kadar kolesterol total hingga 24,0% dengan rerata 122,2 mg/dL, meskipun uji ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok.

67 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

hubungan tingkat pengetahuan terhadap sikap masyarakat tentang program DAGUSIBU obat sediaan topikal di Desa Sidabowa Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan obat yang tidak tepat dapat menyebabkan kegagalan terapi, efek samping, hingga resistensi obat. Program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar) diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penggunaan obat yang rasional, namun masyarakat Desa Sidabowa, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas masih banyak yang belum memahami konsep ini, khususnya pada obat sediaan topikal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap program DAGUSIBU obat sediaan topikal di wilayah tersebut. Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional cross-sectional dengan teknik accidental sampling pada warga Desa Sidabowa berusia 30–54 tahun yang menggunakan obat topikal. Jumlah sampel dihitung menggunakan rumus Slovin (kesalahan 10%) dari populasi 3.094 jiwa, menghasilkan 97 responden yang tersebar di 9 RW. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Guttman (pengetahuan) dan Likert (sikap), kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi pada SPSS. Hasil penelitian diharapkan menggambarkan tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat serta hubungan bermakna antara keduanya, mengingat pengetahuan berperan penting dalam membentuk sikap terhadap penggunaan obat yang benar. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan pihak terkait dalam merancang program edukasi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran rasional penggunaan obat melalui DAGUSIBU.

72 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KANDUNGAN BORAKS PADA PRODUK ROTI YANG DIJUAL DI PASAR AJIBARANG MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Makanan merupakan kebutuhan penting manusia yang harus memenuhi aspek gizi serta keamanan pangan. Roti sebagai salah satu produk pangan yang banyak dikonsumsi, berpotensi mengalami penyalahgunaan bahan tambahan pangan, salah satunya boraks yang dilarang berdasarkan PERMENKES RI No. 033 Tahun 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan kadar boraks pada roti yang dijual di Pasar Ajibarang. Metode yang digunakan meliputi uji kualitatif menggunakan kertas turmerik dan analisis kuantitatif menggunakan metode spektrofotometri UV–Vis. Sampel terdiri dari roti cokelat, roti pia kacang, dan roti pizza. Hasil uji kualitatif menunjukkan seluruh sampel negatif terhadap kandungan boraks yang ditandai dengan tidak adanya perubahan warna dari kuning menjadi merah kecoklatan. Hasil kuantitatif menunjukkan kadar sangat rendah pada masingmasing sampel yaitu roti cokelat sebesar 0,0066%, roti pizza sebesar 0,0732%, dan roti pia kacang sebesar 0,0408%, namun nilai tersebut tidak dapat dinyatakan sebagai kadar boraks yang sebenarnya karena keterbatasan metode dan kemungkinan interferensi matriks. Kesimpulan menunjukkan seluruh sampel tidak teridentifikasi mengandung boraks.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR VITAMIN C PADA MERK MINUMAN BERKLAIM MENGANDUNG VITAMIN C MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan mengevaluasi kadar vitamin C pada berbagai merek minuman yang mengklaim mengandung vitamin C yang beredar di minimarket daerah Ajibarang Kulon menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif-komparatif. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling sebanyak enam merek minuman yaitu Hemaviton C1000, You C1000, Oronamin C Drink, Adem Sari Vitamin C Herbal, Immunizer, dan Floridina. Analisis kualitatif dilakukan menggunakan pereaksi Benedict dan kromatografi lapis tipis (KLT), sedangkan analisis kuantitatif dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi amonium molibdat 5% pada panjang gelombang 570 nm. Hasil penelitian menunjukkan kadar vitamin C pada sampel A sebesar 0,062 mg/mL, sampel B sebesar 0,250 mg/mL, sampel C sebesar 9,625 mg/mL, sampel D sebesar 3,437 mg/mL, sampel E sebesar 9,250 mg/mL, dan sampel F sebesar 4,000 mg/mL. Hasil perbandingan dengan label menunjukkan adanya perbedaan kadar aktual dengan kadar yang dicantumkan pada kemasan produk. Metode spektrofotometri UV-Vis menunjukkan linearitas yang sangat baik dengan persamaan regresi y = 0,0126x + 0,0286 dan koefisien korelasi (R²) sebesar 0,9967.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PT MALIAWAN MULIA MEDICATAMA TERHADAP KEPUASAN APOTEK DI WILAYAH TEGAL TAHUN 2026

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fierce competition among medical device distributors demands improved service quality to maintain partner satisfaction. A preliminary study revealed complaints from pharmacies regarding late deliveries and product out-of-stock. This study aims to evaluate PT. Maliawan Mulia Medicatama's service quality on pharmacy satisfaction in the Tegal region. This study was a quantitative descriptive study with a cross-sectional approach. Sampling used a total sampling technique involving 65 active partner pharmacies. Data were collected through a questionnaire based on the five dimensions of SERVQUAL (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy). Overall, the level of pharmacy satisfaction was categorized as very satisfied with an average percentage of 83.96%. The highest satisfaction score was achieved by the responsiveness dimension at 85.8%, while the tangible evidence dimension achieved the lowest score at 82.4% due to recurring complaints regarding stock shortages. PT Maliawan Mulia Medicatama's service quality was rated highly satisfactory by partner pharmacies. However, the company is advised to improve its inventory management and timely delivery to minimize distribution bottlenecks.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT KEPUASAN PASIEN PRB TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK DITA PUTRA BUKATEJA KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2025

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pelayanan kefarmasian merupakan aspek penting dalam pelayanan kesehatan termasuk bagi pengguna jaminan kesehatan seperti peserta Program Rujuk Balik (PRB). Kepuasan pasien menjadi indikator utama untuk menilai keberhasilan kualitas pelayanan yang diberikan, sehingga evaluasi secara berkala perlu dilkukan untuk memastikan standar pelayanan tetap terjaga dan sesuai harapan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien PRB terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Dita Putra Bukateja tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional analisis.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling dan besar sampel sebanyak 91 responden. Pengambilan data menggunakan kuisioner skala likert. Pengambilan ini dilakukan pada bulan Januari tahun 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan tingkat kepuasan pasien berada dalam kategori sangat puas dengan nilai rata-rata 83,91%. Dimensi bukti langsung memperoleh nilai tertinggi sebesar 86,70%, diikuti dimensi empati 84,40%, dimensi kehandalan 83,96%, dimensi jaminan 83,08%, dan dimensi daya tanggap sebesar 81,43% sebagai nilai terendah namun masih dalam kategori sangat puas. Kesimpulan penelitian ini adalah pelayanan kefarmasian di Apotek Dita Putra Bukateja telah berjalan sangat baik, memenuhi harapan pasien, dan telah menerapkan standar pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku, yaitu Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

TINGKAT PENGETAHUAN SWAMEDIKASI PEGAL LINU PADA LANSIA DALAM PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK DI DESA KLAPAGADING WETAN KECAMATAN WANGON

2026•Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi obat analgesik untuk mengatasi pegal linu pada lansia berisiko memicu efek samping jika tidak didasari pengetahuan yang memadai. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan lansia mengenai swamedikasi pegal linu dalam penggunaan obat analgesik di Desa Klapagading, Kecamatan Wangon. Sampel berjumlah 96 lansia diperoleh melalui teknik proportionate stratified sampling di 12 RW. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi dan dianalisis secara univariat. Karakteristik responden didominasi oleh laki-laki (52%), bekerja sebagai petani (89%), dan berpendidikan dasar/SD (81%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas lansia memiliki tingkat pengetahuan kategori baik yaitu 77% (74 responden), kategori cukup 22% (21 responden), dan kategori kurang 1% (1 responden). Pemahaman tinggi ditunjukkan pada indikator definisi nyeri, aturan pakai, dan penyimpanan obat (84%–99%). Namun, pemahaman terkait risiko efek samping obat terhadap saluran pencernaan masih tergolong rendah (44%). Secara umum disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan lansia di Desa Klapagading mengenai swamedikasi pegal linu tergolong baik, meskipun edukasi terkait risiko efek samping obat masih perlu ditingkatkan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI SEDIAAN TABLET EFFERVESCENT EKSTRAK DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.) DENGAN VARIASI ASAM-BASA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Inflamasi merupakan respon biologis tubuh terhadap cedera atau infeksi yang sering menimbulkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan, sehingga diperlukan alternatif terapi yang efektif dan praktis. Daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi yang berasal dari kandungan senyawa metabolit sekunder, terutama flavonoid, namun pemanfaatannya masih terbatas dalam bentuk sediaan yang kurang praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi asam-basa terhadap karakteristik fisik tablet effervescent ekstrak daun bandotan serta menentukan konsentrasi optimum untuk menghasilkan tablet yang memenuhi persyaratan. Variasi konsentrasi yang digunakan yaitu 50% (Formula I), 55% (Formula II), dan 60% (Formula III). Metode penelitian meliputi pembuatan ekstrak, pengeringan menggunakan aerosil, granulasi basah, dan pencetakan tablet yang dilakukan pada tahun 2026. Evaluasi meliputi uji organoleptis, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, dan waktu larut. Analisis data dilakukan secara statistik menggunakan uji One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa granul memiliki sifat alir yang baik. Tablet yang dihasilkan memiliki bentuk seragam, keseragaman bobot dan kekerasan memenuhi syarat, sedangkan kerapuhan menunjukkan Formula III tidak memenuhi syarat (2,40%). Uji waktu larut menunjukkan seluruh formula tidak memenuhi standar (>5 menit), diduga akibat kelembapan yang memicu reaksi effervescent dini. Disimpulkan bahwa variasi konsentrasi berpengaruh terhadap karakteristik fisik tablet dan Formula II merupakan konsentrasi paling optimal, meskipun belum memenuhi persyaratan waktu larut sehingga masih diperlukan optimasi lebih lanjut

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PENGETAHUAN PERILAKU KONSUMSI OBAT PELANGSING TRADISIONAL DIKALANGAN REMAJA DI DESA PETARANGAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Media sosial menjadi sumber informasi utama remaja dan berpengaruh terhadap keputusan kesehatan, termasuk penggunaan obat pelangsing tradisional. Informasi yang tidak selalu terverifikasi dapat membentuk pengetahuan dan perilaku konsumsi yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media sosial terhadap pengetahuan dan perilaku konsumsi obat pelangsing tradisional pada remaja di Desa Petarangan. Pengambilan data menggunakan kuisioner dengan metode penelitian purposive sampling dalam penentuan responden. Jenis penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Dari 32 responden menunjukan hasil tingkat pengetahuan baik (56,3%) dan perilaku konsumsi tinggi (56,3%) terhadap obat pelangsing tradisional. Pada paparan media sosial tinggi memiliki pengetahuan baik (76,5%) dan perilaku konsumsi tinggi (70,6%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara media sosial dengan pengetahuan (p = 0,018) dan perilaku konsumsi (p = 0,032) obat pelangsing tradisional. Kesimpulannya media sosial berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan perilaku konsumsi obat pelangsing tradisional, sehingga diperlukan edukasi kesehatan dan literasi digital pada remaja.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI KRIM MINYAK SACHA INCHI (Plukenetia volubilis L.) SEBAGAI PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Luka sayat merupakan salah satu jenis luka terbuka yang berisiko mengalami infeksi sehingga memerlukan penanganan yang tepat untuk mempercepat proses penyembuhan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan minyak sacha inchi (Plukenetia volubilis L.) sebagai sediaan krim serta mengevaluasi aktivitas penyembuhan luka sayat pada kelinci (Oryctolagus cuniculus). Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan membuat beberapa formulasi krim minyak sacha inchi (%b/v) yaitu F0=0, F1=1,5, F2=2, dan F3=2,5, sediaan diuji sifat fisiknya meliputi uji organoleptik, homogenitas, tipe krim, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, serta uji stabilitas dengan metode cycling test. Uji penyembuhan luka sayat dilakukan dengan melihat panjang luka dan persentase penyembuhan antara kelompok kontrol negatif dan kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan krim minyak sacha inchi memenuhi persyaratan mutu fisik dan kurang stabil selama penyimpanan, serta mampu mempercepat proses penyembuhan luka sayat, dimana F2 memberikan persentase penyembuhan tertinggi dibandingkan formulasi lainnya.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIDIABETES INFUSA DAUN BAYAM DURI (Amaranthus spinosus L.) TERHADAP MENCIT JANTAN (Mus musculus) HIPERGLIKEMIA SECARA IN VIVO

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peningkatan prevalensi diabetes melitus memicu pencarian alternatif pengobatan berbahan alam yang minim efek samping dibandingkan obat sintetik. Salah satu tanaman yang berpotensi secara empiris adalah daun bayam duri (Amaranthus spinosus L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antidiabetes infusa daun bayam duri terhadap mencit jantan yang diinduksi hiperglikemia melalui pemberian dexamethasone. Metode penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan 25 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok: kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (glibenklamid), serta tiga kelompok perlakuan infusa daun bayam duri konsentrasi 15%, 25%, dan 35%. Kondisi hiperglikemia dicapai melalui induksi dexamethasone dan glukosa. Kadar glukosa darah diukur secara berkala pada hari ke-0, ke-7, dan ke-14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi infusa mampu menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan dibandingkan kontrol negatif. Efek penurunan glukosa darah meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi. Konsentrasi 35% (F4) ditemukan sebagai dosis paling optimal karena mampu menurunkan kadar glukosa hingga 31,5% (rerata akhir 101,0 mg/dL). Kesimpulannya, infusa daun bayam duri memiliki aktivitas antidiabetes yang signifikan pada model resistensi insulin

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS INFUSA DAUN PEGAGAN (Centella asiatica (L) Urb) TERHADAP PERILAKU MENCIT MODEL ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan neurodevelopmental akibat ketidakseimbangan sistem dopaminergik dan noradrenergik di otak yang muncul sejak masa kanak-kanak dan dapat berlanjut hingga dewasa. Penanganan umumnya menggunakan obat sintetis seperti atomoxetine, namun berisiko menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif terapi berbasis herbal. Daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) memiliki sifat neuroprotektif dan antioksidan yang berpotensi memodulasi aktivitas sistem saraf pusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah infusa daun pegagan dapat mempengaruhi aktivitas mencit model ADHD serta menentukan konsentrasi infusa yang paling optimal dalam memodulasi aktivitas tersebut. Metode penelitian ini menggunakan desain eksperimental in vivo dengan mencit yang diinduksi sukrosa 15% sebagai model ADHD. Hewan uji dibagi menjadi kelompok kontrol positif, kontrol negatif, serta kelompok perlakuan infusa daun pegagan dengan konsentrasi 10%, 50%, dan 90%. Aktivitas lokomotor mencit diamati menggunakan OFT pada zona putih, zona flip, dan zona tengah pada hari ke-0, 7, 14, dan 28. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-test, uji Wilcoxon, uji One-Way ANOVA, dan uji lanjut Post Hoc Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusa daun pegagan berpengaruh terhadap aktivitas mencit model ADHD, dan konsentrasi yang paling optimal yaitu pada 50% Kata kunci: ADHD, infusa, pegagan, Centella asiatica, OFT.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PENYAKIT NECROSIS PULPA DI KLINIK dr. SHALAM PURBALINGGA TAHUN 2025

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Necrosis pulpa merupakan kondisi kematian jaringan pulpa akibat infeksi bakteri atau trauma yang menjadi salah satu kasus terbanyak di layanan kesehatan gigi. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional pada kondisi ini berisiko menimbulkan resistensi antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien necrosis pulpa di Klinik dr. Shalam Purbalingga tahun 2025. Metode yang digunakan adalah deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif melalui kajian rekam medis terhadap 100 pasien. Rasionalitas dievaluasi berdasarkan lima parameter WHO, yaitu tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, dan tepat cara pemberian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien didominasi perempuan (64%) dan kelompok usia dewasa 26–45 tahun (38%). Antibiotik yang paling banyak diresepkan adalah amoksisilin (88%), diikuti cefixime (8%), clindamycin (3%), dan metronidazole (1%). Evaluasi terhadap kelima parameter rasionalitas seluruhnya mencapai 100%, meliputi tepat pasien, tepat indikasi, tepat dosis, tepat obat, dan tepat cara pemberian. Disimpulkan bahwa penggunaan antibiotik pada pasien necrosis pulpa di Klinik dr. Shalam Purbalingga tahun 2025 telah memenuhi standar rasionalitas sesuai kriteria WHO, Formularium Nasional, dan pedoman ADA, serta mencerminkan penerapan prinsip antibiotic stewardship yang baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail